RI-Amerika Latin Gelar Kerjasama di Tiga Sektor Industri

Selasa, 10/07/2012

NERACA

Jakarta - Kondisi ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian diperkirakan masih terus berlanjut hingga tahun depan. Berbagai upaya pemerintah untuk menggali potensi perdagangan dan investasi pun terus bergulir, salah satunya diversifikasi pasar dengan negara-negara Amerika Latin dan Karibia.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, ada tiga bidang yang bisa dilakukan kerjasama dengan negara-negara Amerika bagian selatan. Pertama, itu bidang energi, baik penyediaan energi maupun efisiensi energi dan energi terbarukan. Kedua, bidang pariwisata, karena banyaknya kelas menengah di Amerika Latin dan ASEAN, maka sektor parawisata menjadi sangat penting.

“Artinya, konektivitas menjadi poin penting bagi kita mengembangkannya. Kalau konektivitas tidak ada, ya masyarakat terutama pebisnis akan sulit melakukan interaksi,” ujarnya setelah pembukaan ASEAN-Latin Business Forum 2012 di Jakarta, Senin (9/7).

Ketiga, bidang pangan, seperti bidang makanan olahan, pertanian serta peternakan. Pemerintah tengah serius untuk menggarap potensi bisnis peternakan sapi di kawasan timur Indonesia melalui kerjasama investasi, khususnya di Nusa Tenggara, karena kebutuhan dan permintaan sapi terus meningkat.

“Selain kerjasama di bidang peternakan, Indonesia juga akan meningkatkan kerjasama untuk pengembangan koridor V dan VI di proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), serta pembangunan infrastruktur untuk mendukung konektivitas tadi di kawasan Indonesia timur,” ungkap Hatta.

Dia menyatakan, potensi kerjasama Amerika Latin dan ASEAN sangat besar, mengingat persamaan demografis diantara kedua belahan dunia tersebut, dengan jumlah populasi 580 juta penduduk dan proyeksi ekonomi regional 4-5%. “Jadi harus menjadi pemikiran kita bagaimana menjadi ekonomi ASEAN dan Amerika Latin, bisa kita tingkatkan. Terutama kita juga bisa melihat ketahanan ASEAN terhadap goncangan atau shock economic global yang cukup kuat, dimana kita bisa menjaga pertumbuhan,” terangnya.

Peluang Bisnis Baru

Pada kesempatan yang sama, Ketua Kamar Dagang Indonesia dan Industri Suryo Bambang Sulisto mengatakan, ekonomi ASEAN dan Amerika Latin merupakan yang paling dinamis dan membuka begitu banyak pintu untuk memanfaatkan peluang bisnis baru di kedua sisi.

“Perdagangan antar daerah kita masih rendah, terutama bila dibandingkan dengan hubungan didirikan dengan lebih mitra dagang tradisional. Tapi, kami bertujuan untuk mengubah itu, dengan memetakan arah baru untuk hubungan perdagangan, yang berfokus pada negara-negara bagian selatan serta hubungan antara mitra sejajar dari pasar negara berkembang,” ujarnya.

Suryo berharap pertemuan dengan Amerika Latin akan memiliki pemahaman yang lebih baik dari ASEAN dan akan mengidentifikasi peluang investasi di Kawasan ekonomi cepat tumbuh. Karena peluang pertemuan tersebut memiliki kesempatan untuk mempelajari tentang peluang bisnis dan membuat kontak baru, mengidentifikasi proyek dan berbagi praktisi terbaik, menyetujui inisiatif internasional bersama, dan merekomendasikan solusi untuk kemacetan peraturan.

Aspek lintas daerah investasi, rezim perdagangan global, keberlanjutan dan ekonomi hijau serta ekonomi jangka panjang perspektif masih menjadi topik yang hampir sama dialami antara kedua daerah. “Keduanya diberkati dengan sumber daya alam dan mereka memiliki dampak yang kuat terhadap perubahan iklim global. Wajah Kedua tantangan kesenjangan internal dan intra-regional, sosial dan ekonomi,” terang Suryo.

Dia menggarisbawahi pentingnya kemitraan yang efektif antara sektor publik dan swasta. “Sektor publik dan swasta kita bekerja sama untuk mewujudkan sinergi antara kekuatan yang berbeda kami untuk mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi dan kemakmuran untuk semua rakyat kita. Pemikiran seperti ini harus di garis depan bagaimana kita mendekati kolaborasi internasional kami juga,” pungkasnya.