Semester Dua, Mandiri Sekuritas Tangani Empat Obligasi Korporasi

NERACA

Jakarta - PT Mandiri Sekuritas mengaku akan menangani empat penerbitan obligasi korporasi pada semester II tahun ini, "Di semester kedua 2012, kami baru dapat mandat dari empat emiten. Kami tidak melakukan 'pitching' (proses mendaftar untuk menjadi underwriter) karena biasanya perusahaan yang mengajak kami untuk ikut menangani obligasi,”kata Direktur Mandiri Sekuritas Iman Rachman di Jakarta Jum’at akhir pekan kemarin.

Dia menyebutkan, pihaknya akan menjadi penjamin pelaksana emisi (underwriter) terhadap empat penerbitan obligasi. Pada semester pertama 2012 sekitar 45% perusahaan penerbit obligasi merupakan perusahaan yang sebelumnya juga pernah menerbitkan obligasi.

Sebelumnya, Mandiri Sekuritas dikabarkan tengah mengejar dua sampai tiga perusahaan Indonesia untuk menerbitkan obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS). Presiden Direktur Mandiri Sekuritas Harry M Supoyo pernah bilang, saat ini, perusahaan-perusahaan tersebut baru dalam proses penjajakan awal,”Kita kejar tahun ini. Kalau tidak bisa, kita kejar tahun depan,"ungkapnya.

Dia melanjutkan, perusahaan-perusahaan yang tengah mengkaji penerbitan obligasi dolar tersebut bukan BUMN. Apa yang dia upayakan tersebut, terkait dengan rencana pendirian kantor cabang di Singapura. Dia menyebut, kantor cabangnya di Singapura tersebut akan resmi beroperasi paling tidak dalam dua bulan ini."Sekarang kita lagi cari lokasi. Salah satu opsi adalah gabung bareng Bank Mandiri. Dengan obligasi dolar yang kita kejar, (kantor cabang) ini jadi modal kita untuk memasarkan kita," tambahnya.

Tak hanya obligasi dolar, Harry melanjutkan, dengan kantor cabang Singapura ini pihaknya akan menjual obligasi berdenominasi rupiah kepada investor di Negara Singa tersebut."Selama ini obligasi rupiah diperdagangkan di Indonesia. Tapi apakah investor asing tertarik? Potensi itu yang kita lihat," ungkap dia.

Sementara itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia(BEI) Ito Warsito mengaku, pada semester II belum ada perusahaan yang mengajukan penerbitan obligasi. Penerbitan obligasi, dikatakan dia, kemungkinan akan kembali semarak pada Oktober-November 2012 apabila perusahaan menggunakan laporan keuangan tengah tahunan, “Secara siklus, menjelang bulan puasa dan lebaran penerbitan obligasi memang cenderung sepi," kata Ito

Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen menambahkan, penerbitan obligasi pada semester II 2012 diperkirakan ramai seiring dengan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) masih di level 5,75%. "Diperkirakan, penerbitan obligasi pada semester ke dua tahun ini akan semakin ramai. Apalagi, jika Bank Indonesia (BI) menahan BI rate di level saat ini di posisi 5,75%,"paparnya.

Dia menambahkan, tahun ini pihak Bursa menargetkan pencatatan obligasi senilai Rp30 triliun. Sepanjang tahun ini total emisi obligasi yang sudah tercatat sebanyak 42 Emisi dari 37 Emiten senilai Rp41,124 Triliun. Asal tahu saja, hingga saat ini, Bursa sudah melampaui target nilai emisi obligasi. (bani)

BERITA TERKAIT

AXA Mandiri – Kemenkes Berdayakan Masyarakat Difabel

      NERACA   Jakarta - PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) bersama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia…

KPK Rekrut Anggota Polri Tangani Kasus BLBI

KPK Rekrut Anggota Polri Tangani Kasus BLBI  NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merekrut kembali anggota Polri Muhammad Irhamni…

BPKD Kota Sukabumi Kumpulkan Rp13 miliiar dari Pajak - Sampai Semester Pertama

BPKD Kota Sukabumi Kumpulkan Rp13 miliiar dari Pajak Sampai Semester Pertama NERACA Sukabumi - Sampai dengan triwulan pertama jumlah pajak…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

IHSG Sepekan Tumbuh 1,07% - Kapitalisasi Pasar di BEI Capai Rp 7 Triliun

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin atau priode 16 hingga…

BEI Padang Ikut Gelar Tes Serentak CMP DP

Sebanyak 86 peserta mengikuti tes tertulis tenaga profesional pasar modal untuk mengikuti Capital Market Professional-Development Program (CMP-DP) 2018 yang diselenggarakan…

Indofarma Anggarkan Capex Rp 160 Miliar

Danai pengembangan bisnis, PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) tahun ini menganggarkan belanja modal atau (capital expenditure /capex) sebesar Rp160 miliar.…