Pembiayaan Bank Syariah Diperkirakan Naik

Senin, 09/07/2012

NERACA

Jakarta---Pembiayaan industri keuangan syariah dipekirakan akan meningkat mencapai Rp15 triliun pada 2012. Alasanya karena pemberlakuan aturan batas uang muka kredit kendaraan bermotor bagi industri keuangan konvensional. "Dengan adanya aturan uang muka kredit kendaraan bermotor bagi perbankan konvensional, maka pembiayaan bank syariah akan menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan pinjaman," kata Pengamat perbankan syariah Adiwarman Azwar Karim di Jakarta.

Lebih jauh Adiwarman menjelaskan sebelum Peraturan Bank Indonesia dan Menteri Keuangan mengenai uang muka kredit kendaraan bermotor di industri keuangan konvensional diberlakukan, batas uang muka kredit kendaraan bermotor pada perbankan konvensional hanya 5% dari total harga kendaraan. Sedangkan perbankan syariah sebesar 10% sampai 15%.

Dikatakan Adiwarman, sejak diberlakukannya aturan baru tersebut mulai 15 Juni 2012, batas uang muka kredit kendaraan bermotor di industri keuangan konvensional menjadi 25 % bagi kendaraan roda dua, 30 % bagi kendaraan roda empat untuk kegunaan non produktif, dan 20 % bagi kendaraan roda empat untuk tujuan penggunaan produktif.

Menurut Adiwarman, aturan uang muka itu akan membuat masyarakat beralih kepada pembiayaan perbankan syariah untuk mendapatkan dana pembiayaan kendaraan bermotor.

Oleh karena itu, Adiwarman berharap perbankan syariah bisa memanfaatkan peluang pembiayaan ini dengan baik. Caranya dengan mempersiapkan infrastruktur yang memadai beserta manajemen kerja yang baik.

Dia juga berharap melonjaknya permintaan pembiayaan nantinya tidak mengakibatkan meningkatnya pembiayaan bermasalah. "Oleh karena itu, perlu adanya manajemen risiko pembiayaan yang baik dari masing-masing perbankan syariah, jangan sampai permintaan meningkat, tapi pembiayaan bermasalah ikut meningkat," jelasnya

Yang jelas, Adiwarman mengungkapkan perbankan syariah juga perlu memperkuat likuiditasnya dalam hal ini dana pihak ketiga untuk memenuhi permintaan pembiayaan.

Ditempat terpisah, Direktur Bisnis BNI Syariah, Imam Teguh Saptono tambahan nasabah baru sekitar 10.000 hingga 20.000 baik tabungan maupun pembiayaan selama bulan Ramadhan tahun 2012. "Selama Ramadhan ini kami akan fokus meningkatkan jumlah tabungan dan pembiayaan, dengan mengandalkan program-program promosi kepada masyarakat," ucapnya

BNI Syariah akan memanfaatkan momentum bulan puasa untuk meningkatkan jumlah tabungan maupun pembiayaan melalui kartu karena selama bulan itu semangat masyarakat menggunakan jasa perbankan syariah akan meningkat.

Menurut Imam, dari sisi aset, BNI Syariah juga akan meningkatkan pembiayaan melalui kartu Hasanah (kartu kredit syariah) dan Program Dana Ramadhan.

Imam menjelaskan pada bulan-bulan sebelumnya pembiayaan menggunakan kartu Hasanah BNI Syariah rata-rata mencapai Rp220 miliar per bulan. Pada bulan Ramadhan BNI Syariah menargetkan pertumbuhan pembiayaan kartu Hasanah mencapai 30 % menjadi sekitar Rp286 miliar.

Lebih jauh Imam mengharapkan jumlah kartu pembiayaan BNI Syariah dapat meningkat dari total 92 ribu pemegang kartu pada Juni 2012 menjadi 100 ribu lebih pemegang kartu pada akhir tahun 2012.

Imam mengatakan meskipun Ramadhan membuka peluang besar bagi industri keuangan syariah, namun BNI Syariah belum akan secara spesifik memanfaatkan momentum bulan suci untuk meningkatkan %tase pangsa pasar. "Untuk pangsa pasar, kami merencanakan pertumbuhannya per akhir tahun, jadi tidak secara spesifik kami targetkan pada bulan Ramadhan ini," ujarnya. **cahyo