BRI Kucurkan Rp3 Miliar Untuk Perikanan - Terkait CSR

NERACA

Purwakarta-- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berupaya meningkat program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) atau yang lebih dikenal corporate social responsibility (CSR) di daerah pedesaan, termasuk pengembangan budidaya ikan nila air tawar.

Corporate Secretary Bank BRI, Muhammad Ali mengungkapkan BRI menggelontorkan dana sebesar Rp3 miliar untuk melestarikan alam dalam bentuk kegiatan penebaran ikan nila di salah satu danau yang berada di lingkungan kawasan bukit Indah Purwakarta. “Kegiatan tersebut sebagai salah satu bentuk kegiatan Corporate Sosial Responsibility (CSR) di bidang pelestarian lingkungan,” terangnya.

Kegiatan tebar ikan kali ini bertujuan untuk membantu keseimbangan ekosistem danau yang biasanya terganggu oleh gulma air, contohnya eceng gondok. Untuk itu, ikan yang dipilih untuk ditebar adalah jenis ikan nila (orechromis niloticus) yang mempunyai karakteristik pemakan gulma sehingga dapat mengendalikan pertumbuhan gulma yang dapat mengganggu ekosistem perairan. "Kegiatan tersebut merupakan salah satu kegiatan bina lingkungan BrI yang sumber dananya diambil dari penyisihan laba bank BRI," tambahnya.

Berdasarkan data Maret 2012, Per Maret 2012, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) telah menyalurkan dana CSR (Corporate Social Responsibility) sebesar Rp55 miliar. Dana sebesar itu terdiri dari realisasi Bina Lingkungan di bidang pembangunan saran umum sebesar Rp3 miliar, bantuan bencana alam sebesar Rp150 juta, pendidikan Rp20 miliar, bidang kesehatan Rp26 miliar, pembangunan sarana ibadah Rp28 miliar, dan bidang pelestarian lingkungan Rp3 miliar.

Sebagai bagian tanggung jawab sosialnya kepada masyarakat, BRi juga menggandeng wartawan dan keluarganya untuk melestarikan alam dalam bentuk kegiatan penebaran ikan nila di salah satu dana yang berada di lingkungan kawasan Bukit Indah Purwakarta. "Jumlah ikan nila yang ditebar sebanyak setengah ton," tukasnya. **kam

BERITA TERKAIT

Rp1,1 Triliun Digelontorkan Untuk Revitalisasi 1.037 Pasar

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,1 triliun untuk melakukan revitalisasi 1.037 pada 2019. "Total Rp1,1 triliun anggaran…

Sektor Pangan - CIPS Sarankan Bulog untuk Tinjau Ulang Skema Penyerapan Beras

NERACA Jakarta – Bulog perlu meninjau ulang skema penyerapan beras yang selama ini dilakukan. Ditemukannya beras busuk di Sumatra Selatan…

Menteri LHK: Posisi Jokowi Sangat Tegas Hutan untuk Kesejahteraan Rakyat

Menteri LHK: Posisi Jokowi Sangat Tegas Hutan untuk Kesejahteraan Rakyat NERACA Malang - Menteri LHK Siti Nurbaya menilai, yang dimaksud…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Holding BPR Bisa Terjadi

      NERACA   Padang – Pemerintah sedang gencar untuk menyatukan perusahaan-perusahaan BUMN yang satu lini bisnis. Seperti misalnya…

Suku Bunga Acuan Ditahan

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) untuk keempat-kalinya secara berturut-turut mempertahankan suku bunga acuan 7-Day Reverse…

BI Jamin Longgarkan Likuiditas dan Kebijakan Makroprudensial

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menjamin kondisi likuiditas yang longgar bagi perbankan dan akan memberikan stimulus…