IHSG Awal Pekan Masih Tren Menguat

Senin, 09/07/2012

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan akhir pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup terkoreksi 14,639 poin (0,35%) ke level 4.055,197. Sementara Indeks LQ45 ditutup melemah 3,031 poin (0,44%) ke level 694,535. Aksi ambil untung investor lokal dan saham-saham konsumer dan properti menjadi penopang kejatuhan bursa.

Kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono, pelemahan indeks akhir pekan menyusul sentimen negatif dari bursa regional, “Sentimen negatif ini berasal dari kebijakan stimulus ekonomi yang diambil bank sentral Eropa (ECB)," katanya di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Dia menambahkan, kebijakan ECB itu tidak berhasil memenuhi ekspektasi investor meski bank sentral Eropa itu telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis point (BPS) menjadi 0,75%. Berdasarkan pantauannya, yield obligasi Itali dan Spanyol kembali melonjak setelah ECB mengumumkan penurunan suku bunga tanpa disertai adanya kebijakan lainnya untuk mendorong pertumbuhan.

Selain ECB, lanjut dia, China juga menurunkan suku bunganya untuk kedua kalinya dalam satu bulan. Suku bunga pinjaman diturunkan 31 bps, sedangkan suku bunga deposit 25 bps. Berikutnya, IHSG Senin awal pekan, kata Purwoko diproyeksikan akan bergerak dengan kecenderungan menguat terbatas karena indeks BEI masih berada dalam tren menguat, “Pelemahan yang terjadi merupakan fenomena yang wajar mengingat indeks BEI dalam dua pekan bergerak menguat,"ungkapnya.

Pada perdagangan kemarin, transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 108,964 miliar di seluruh pasar. Investor asing kurang bersemangat akibat sentimen ekonomi global yang melambat.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 82.784 kali pada volume 6,247 juta lot saham senilai Rp 3,67 triliun. Sebanyak 91 saham naik, sisanya 150 saham turun, dan 113 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Taisho (SQBI) naik Rp 2.250 ke Rp 152.000, Toba Bara (TOBA) naik Rp 225 ke Rp 2.125, Petrosea (PTRO) naik Rp 150 ke Rp 3.650, dan (BRNA) naik Rp 150 ke Rp 2.450.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sarana Menara (TOWR) turun Rp 500 ke Rp 15.500, United Tractor (UNTR) turun Rp 350 ke Rp 22.750, Sucacco (SCCO) turun Rp 300 ke Rp 4.500, dan Indocement (INTP) turun Rp 300 ke Rp 18.500.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup turun 12,215 poin (0,31%) ke level 4.057,621. Sementara Indeks LQ45 melemah 2,085 poin (0,30%) ke level 695,481. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 44.773 kali pada volume 3,509 juta lot saham senilai Rp 1,782 triliun. Sebanyak 92 saham naik, sisanya 144 saham turun, dan 84 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Taisho (SQBI) naik Rp 1.250 ke Rp 151.000, Toba Bara (TOBA) naik Rp 200 ke Rp 2.100, Indosiar (IDKM) naik Rp 200 ke Rp 5.950, dan Mitra Adiperkasa (MAPI) naik Rp 150 ke Rp 7.050.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sumber Alfaria (AMRT) turun Rp 325 ke Rp 4.550, Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 300 ke Rp 2.000, Mayora (MYOR) turun Rp 250 ke Rp 22.550, Telkom (TLKM) turun Rp 250 ke Rp 8.150.

Diawal perdagangan, indeks BEI Jum’at sudah dibuka turun 6,23 poin atau 0,15% ke posisi 4.063,61. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 1,53 poin (0,22%) ke level 696,04. "IHSG kembali melemah meneruskan aksi 'profit taking' yang dilakukan investor pada perdagangan hari sebelumnya," kata analis Samuel Sekuritas Christine Salim.

Dia menambahkan, beberapa sektor seperti pertambangan, plantation dan semen masih rawan aksi ambil untung. Sementara aksi ambil untung di bursa dalam negeri juga dipicu dari bursa Eropa dan AS ditutup melemah seiring penurunan suku bunga oleh bank sentral China dan Eropa. "Bursa Asia kembali terkoreksi memfaktorkan kekecewaan pasar karena tidak adanya langkah stimulus moneter baru yang dilakukan oleh ECB,"ujarnya.

Dia mengemukakan, ECB menurunkan suku bunganya menjadi 0,75% diikuti bank sentral China yang menurunkan "lending rate" menjadi 6%. Dimana pasar menanggapi negatif dari pernyataan ECB bahwa ekonomi Uni Eropa lebih cenderung berpotensi melambat dan tidak adanya langkah stimulus moneter baru dari ECB.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng meLEMAH 48,58 poin (0,25%) ke level 19.760,55, indeks Nikkei-225 turun 32,34 poin (0,36%) ke level 9.047,46 dan Shanghai Composite melemah 6,06 poin (0,28%) ke level 2.195,29.(bani)