Kementan Bakal Klarifikasi Pemenang Tender Pupuk Cair - Diduga Bermasalah

NERACA

Jakarta - Tender dekomposer dan pupuk hayati cair senilai Rp 81 miliar di Kementerian Pertanian, dimenangkan PT Daya Merry Persada, dengan mengalahkan 88 perusahaan yang lain. Kemenangan perusahaan tersebut membuat kaget Dirjen Sarana dan Prasarana Kementerian Pertanian Gatot Sumardjo Irianto.

“Saya nggak tahu perusahaan itu, kaget saja karena ada dugaan terkait perusahaan pemenang tender itu. Kita kan tidak boleh mengarahkan, itu kewenangan panitia lelang soal penetapan pemenang tender. Tetapi terima kasih ada informasi mengenai dugaan itu, saya akan cek itu,” kata Gatot kepada wartawan, Jumat (7/7).

Gatot menyebut, jika memang ada dugaan perusahaan pemenang tender dekomposer dan pupuk hayati cair bermasalah, maka pihak yang dirugikan atau perusahaan lain bisa memberikan sanggahan, dalam masa sanggah.

Menurut Gatot, proses tender tersebut sudah melalui konsultasi LKPP, dan prosesnya sudah mengikuti Peraturan Presiden No 54. Jadi, kalau terjadi persoalan dalam proses tersebut panitia bisa memberikan masa sanggah selama satu minggu pasca pengumuman pemenang tender. “Ada masa sanggah, satu minggu, kita tidak bisa berandai-andai. Nanti kita cek lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, Gatot mengatakan, pemerintah saat ini melakukan tender bantuan langsung pupuk (BLP) untuk lima paket senilai 450 miliar rupiah, dan dekomposer dan pupuk hayati cair masuk dalam paket C senilai 81 miliar.

Dihubungi terpisah Direktur Pupuk dan Pestisida Ditjen Sarana dan Prasarana Kementerian Pertanian Suprapti mengatakan, pantia lelang sudah melaporkan pemenang tender paket C tersebut.

“Pemenangnya PT Daya Merry Persada, itu sudah diumumkan. Dan kita memberikan masa sanggah selama tujuh hari setelah pengumuman. Prosedur sanggahan disampaikan ke panitia tender melalui LPSE,” paparnya.

Menurut Suprapti, dalam masa sanggah itu, panitia lelang diharuskan melakukan pengecekan secara benar pemenang, dan mangakomodasi pihak yang melakukan sanggahan. Dan jika ditemukan bukti akurat, mengenai perusahaan pemenang yang dinilai bermasalah maka pemenang itu bisa dibatalkan.

“Kalau terbukti bisa dibatalkan, dan perusahaan pemenang itu kan harus tidak terlibat kasus, misalkan di kepolisian, kejaksaan dan kasus lain,” ujarnya.

Sebelumnya, DPR menyoroti proyek pengadaan pupuk hayati cair di Kementerian Pertanian. “Saya belum tahu seperti apa hasil tendernya. Saya akan mengawasi seperti apa nanti,” ujar Ketua Komisi IV DPR RI Romahurmuzy.

Romi panggilan akrab Romahurmuzy, mengaku belum mengetahui terkait adanya pelanggaran dalam penunjukan tender pengadaan pupuk tersebut. Namun dia berjanji akan menindaklanjut jika ada laporan pelanggaran pengadaan pupuk itu. “Kalau ada kesalahan prosedur sangat mungkin tendernya dibatalkan,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang diperolehnya, pengadaan pupuk yang diduga bermasalah adalah pengadaan Paket C Dekomposer Cair dan Pupuk Hayati Cair (Pulau Jawa). Dalam dukumen pengajuan itu adalah 04.4/ADP/Pan/D/4/2012 tertanggal 5 April 2012. Disebutkan pengadaan itu terindikasi rawan permainan dengan salah satu anggota Banggar DPR beinisial T, dikabarkan membekingi salah satu perusahaan peserta tender proyek tersebut. “Kalau ada kesalahan prosedur sangat mungkin tendernya dibatalkan,” tegas Romahurmuzy.

BERITA TERKAIT

PEMENANG PROGRAM BERKAH EMAS

Group Head Pawning Mandiri Syariah Mahendra Nusanto (kanan) dan Region Head Jakarta Anton Sukarna menekan tombol untuk menentukan pemenang program…

Terumbu di Selat Pantar Diduga Rusak

  Bentang dan panorama alam bawah laut Indonesia merupakan permata yang diburu oleh para penyelam di seluruh dunia. Namun sayangnya…

Siap-Siap Smartphone Generasi 5G Bakal Bermunculan di Tahun 2019

Pembuat chip asal Amerika, Qualcomm, mengumumkan bahwa lebih dari 30 perangkat 5G, yang sebagian besar adalah smartphone, akan meluncur pada…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Pertumbuhan Industri Pelayaran Ditaksir Belum Optimal

NERACA Jakarta – Asosiasi Pemilik Pelayaran Nasional Indonesia (INSA) menilai pertumbuhan industri tersebut belum terlalu optimal di 2019, karena masih…

Kemenhan Pesan 17 Helikopter Buatan PT Dirgantara Indonesia

  NERACA Jakarta – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memesan 17 helikopter yang terdiri dari helikopter H225 konfigurasi angkut berat sebanyak delapan…

Sektor Primer - CIPS Nilai Target Swasembada Kedelai 2020 Perlu Dikaji Ulang

NERACA Jakarta – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Arief Nugraha menilai, target swasembada kedelai pada 2020 yang dicanangkan…