Islam Moderat Respon Masalah Ekonomi dan Sosial

Islam Moderat Respon Masalah Ekonomi dan Sosial

Jakarta--Konflik-konflik bernuansa agama, baik di internal umat Islam maupun non muslim terjadi hampir diberbagai daerah. Karena umat Islam harus lebih banyak menerapkan konsep dan pemahaman Islam yang moderat, yang menghargai bukan saja aliran lain di dalam Islam, tetapi juga umat beragama lain. Awal konflik bisa saja dari gejolak sosial ekonomi. Namun merembet ke masalah sektarian.“Jadi jika pemahaman Islam yang moderat atau lebih sering disebut moderasi Islam, gesekan maupun konflik tidak akan terjadi. Karena itu, konsep Islam yang moderat harus lebih kokoh menghujam di bumi Indonesia,” ujar Dr. Zainul Majdi, Sabtu (7/7), disela pertemuan yang disebut “Multaqa Nasional II dan Seminar Internasional Tentang Moderasi Islam” yang diadakan alumni Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.

Zainul yang kini menjabat Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) itu lebih lanjut mengatakan, kokohnya pemahaman moderasi Islam akan berimbas pada prilaku umat yang menjunjung tinggi perbedaan dan toleransi. “Inilah yang dibutuhkan umat saat ini di tengah perubahan perubahan sosial yang dahsyat,” tambahnya.

Selaku alumni dan panitia Multaqa Nasional II dan Seminar Internasional Tentang Moderasi Islam, Zainul menyatakan, hasil penelitian alumni Al Azhar yang tersebar diseluruh tanah air, menemukan fakta bahwa masalah terkait pemahaman dan implementasi Islam yang kurang moderat, menyebabkan munculnya benih-benih konflik. Karena itu, alumni Al Azhar menegaskan perlunya pemahaman dan implementasi lebih jauh mengenai moderasi Islam.

Lebih lanjut Zainul mengatakan, forum ini menjadi ajang silaturahim para alumni Al Azhar dan sharing tentang berbagai persoalan menyangkut pemahaman agama dan sumbangsih para alumni bagi kemajuan umat dan bangsa.

Menjawab pertanyaan langkah yang harus dilakukan ulama dan tokoh masyarakat untuk meredakan ketengangan dan menyelesaikan konflik bernuansa agama, gubernur termuda ini menyarankan para ulama dan tokoh masyarakat untuk lebih nyaring menyuarakan pentingnya moderasi Islam dan mengeliminir paham-paham kebebasan tanpa batas, klaim paling benar dan fitnah serta menyalahkan pihak lain.

Dua Tantangan Islam

Acara Multaqa Nasional II dan Seminar Internasional Tentang Moderasi Islam diikuti 350 tokoh alumni Al-Azhar dari berbagai daerah di Indonesia dan utusan dari Universitas Al-Azhar Mesir itu dibuka Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali. Dalam pidatonya, Menag menekankan pentingnya pemahaman dan implementasi moderasi Islam.

Dalam kaitan itu, dia mengungkapkan dua tantangan besar Islam Indonesia, yakni kecenderungan kelompok yang makin ekstrim, yang menganggap dirinya paling benar dan seringkali menyalahkan pihak lain. Kedua, kecenderungan umat Islam yang makin longgar dan makin tunduk pada budaya barat, sehingga nilai-nilai Islam terkubur. “Dalam konteks inilah pentingnya pembahasan sekaligus pemahaman dan praktik moderasi Islam agar posisi umat Islam tetap berada di tengah atau moderat,” kata Suryadharma Ali. **cahyo

BERITA TERKAIT

Relasi Pasar Domestik dan Pasar Internasional

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Fenomena globalisasi dan liberalisasi yang ditopang oleh sistem ekonomi digital yang marak…

Rig Tender dan Petrus Sepakat Berdamai

Perkara hukum antara PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS) dengan PT Petrus Indonesia akhirnya menemui kata sepakat untuk berdamai. Dimana…

BPOM Perketat Aturan Perdagangan Obat dan Kosmetik Daring

BPOM Perketat Aturan Perdagangan Obat dan Kosmetik Daring NERACA Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan memperketat aturan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Diminta Stabilkan Harga Sawit

  NERACA   Kampar - Masyarkat Riau mayoritas berprofesi sebagai petani sawit yang nasibnya bergantung pada harga jual buah sawit.…

Permen PUPR Soal Rusun Akan Dijudical Review

        NERACA   Jakarta - Para pengembang properti yang tergabung dalam Real Estat Indonesia (REI) dan Persatuan…

KIBIF Siapkan 20 Ribu Ekor Sapi untuk Pasar Domestik

    NERACA   Jakarta - Setelah resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Estika Tata Tiara…