Pasokan Kebutuhan Pokok Dijamin “Aman” - JELANG PUASA, MUDIK DAN LEBARAN

NERACA

Cianjur - Kementerian Perdagangan memastikan pasokan bahan kebutuhan pokok selama bulan puasa, masa mudik dan pasca Lebaran dipastikan tidak ada masalah. Karena sering terjadi distribusi sejumlah bahan kebutuhan pokok ke beberapa daerah mengalami pembatasan angkutan muatan barang.

Pemerintah telah melakukan koordinasi yang intensif kepada para pemangku kepentingan, di antaranya Pemerintah Daerah, BUMN, BUMD, produsen, supplier, dan distributor. Koordinasi dilakukan demi memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok mulai dari masa puasa hingga menjelang Lebaran.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Gunaryo mengatakan, pemerintah telah meminta Bulog untuk siap melakukan operasi pasar ketika harga beras naik. Menurut dia, pemerintah harus melakukan operasi pasar jika harga beras telah melonjak lebih dari 5% atau paling tidak sudah mendekati 10%.

Selain itu, Pemerintah juga berharap kegiatan pasar murah yang menjual bahan-bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bisa dilakukan sesering mungkin. Ritel pun diharapkan bisa ikut serta melakukan pasar murah. "Saya sudah minta kepada para supplier juga terutama untuk gula, minyak goreng itu sudah siap di seluruh 33 provinsi," ujar Gunaryo saat ditemui wartawan di sela-sela kunjungan kerja Menteri Perdagangan Gita Wirjawan ke Cianjur, akhir pekan kemarin.

Gunaryo menjelaskan, Pemerintah juga mengantisipasi terjadinya aksi spekulan, Pemerintah Daerah diharapkan bisa memantau kondisi gudang barang di daerahnya. Pemantauan aktivitas gudang dimaksudkan untuk mengantisipasi kegiatan penimbunan. "Kalau misalkan aktivitas gudang yang biasa penyalurannya lancar menjadi tersendat, tentu sejumlah Bupati di daerah bisa memantau. Kalau perlu, ini wewenang dari Kepala Dinas Pertanian dan Perdagangan yang ada di kabupaten untuk memantau itu apakah terjadi penimbunan atau tidak," terangnya.

Pendistribusian terhadap barang-barang pokok tidak boleh tersendat. Gunaryo memastikan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan. Dia mengatakan, khusus bagi kendaraan muatan berisi kebutuhan pokok dan air minum dalam kemasan mendapat prioritas bisa ke jalur manapun yang membutuhkan produk tersebut, sehingga hambatan distribusi pasca lebaran tidak terjadi.

Gunaryo menganjurkan pendistribusian produk makanan dan minuman pun sudah harus dilakukan jauh hari. “Kepada para penyedia produk makanan dan kebutuhan pokok agar mengantisipasi pengiriman ke sejumlah daerah yang rawan macet saat menjelang mudik dan usai Lebaran sejak jauh hari sebelumnya,” ungkapnya.

Selain itu, ketersediaan daging juga menjadi perhatian pemerintah saat puasa dan lebaran nanti. Saat ini ada sedikit permasalahan soal kuota dan ketersediaan daging di pasar. Apalagi, pemerintah telah memangkas kuota impor daging dari sekitar 90 ribu ton menjadi tinggal sekitar 34 ribu ton tahun ini. Menurut Gunaryo, saat ini harga daging sapi sedikit naik tapi masih wajar, kemungkinan karena distribusi tersendat. "Jika kebutuhan daging juga masih kurang, impor itu tidak alergi, kalau memang perlu kita akan lakukan," ujarnya.

BERITA TERKAIT

Dekonsolidasi Positif Bagi Meikarta dan LPCK

NERACA Jakarta – Aksi korporasi PT Lippo Cikarang Tbk mendekonsolidasi PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), pengembang proyek mega properti Meikarta…

Bhineka Life dan OJK Gelar Literasi Keuangan untuk Guru

    NERACA   Bandung - PT Bhinneka Life Indonesia (Bhinneka Life) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional…

Pertamina EP dan Chemindo Inti Usaha Jalin Kerjasama - Pemanfaatan CO2

        NERACA   Jakarta - PT Pertamina EP dan PT Chemindo Inti Usaha bersepakat menjalin kerja sama…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Kerjasama Internasional - Negara Anggota Sepakat Perundingan RCEP Bakal Tuntas di 2019

NERACA Jakarta – Negara-negara anggota Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) menyepakati menuntaskan negosiasi RCEP pada 2019. Komitmen tersebut tertuang dalam…

Mendag: Potensi Ekspor ke China Makin Terbuka

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebutkan potensi ekspor ke China semakin terbuka lebar dari partisipasi Indonesia pada China…

Perundingan Perdagangan Bukan Hanya Kejar Kuantitas

NERACA Jakarta – Indonesia for Global Justice (IGJ) menilai bahwa ambisi Pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan berbagai perjanjian perdagangan bebas yang…