Target Obligasi Diyakini Tembus Dua Kali Lipat

Proyeksi Pasar Semester Dua

Jumat, 06/07/2012

NERACA

Jakarta – Meskipun kondisi pasar global dinilai masih negatif, namun tidak menyurutkan perusahaan untuk mencari pendaaan baru lewat penerbitan surat utang (obligasi). Bahkan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memproyeksikan nilai penerbitan obligasi di tahun 2012 nilainya bisa mencapai dua kali lipat dari target.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen mengatakan, pasar obligasi tahun ini bisa tumbuh melesat, “Saya memproyeksikan akhir tahun sangat bagus dan target obligasi mudah-midahan bisa dua kali lipat target,”katanya di Jakarta, Kamis (5/7).

Tapi, dia memproyeksikan angka tersebut dengan asumsi Bank Indonesia (BI) menahan BI rate di level saat ini di posisi 5,75%. "Proyeksi tersebut akan tercapai jika kondisi BI Rate tidak bergejolak," katanya.

Dia menuturkan obligasi korporat dengan tenor 2 tahun saat ini memiliki yield sekitar 7%-7,25%. Sampai semester pertama 2012 ini BEI mencatat penerbitan obligasi senilai Rp39,37 triliun. Jumlah tersebut telah melampaui target yang ditetapkan BEI pada tahun ini senilai Rp30 triliun. Artinya, hingga saat ini, bursa sudah melampaui target nilai emisi obligasi.

Dalam data BEI tercatat jumlah emisi obligasi sepanjang semester pertama 2012 senilai Rp39,37 triliun dari 34 emisi sebanyak 29 emiten. Jumlah nilai obligasi itu bertambah seiring dengan pencatatan Obligasi Berkelanjutan I Bumi Serpong Damai Tahap I Tahun 2012 yang diterbitkan oleh PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) senilai Rp1 triliun.

Dengan pencatatan obligasi itu maka total emisi Obligasi, Sukuk, dan efek beragun aset (EBA) yang tercatat di BEI berjumlah 198 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp170,89 triliun dan 80 juta dolar AS, diterbitkan oleh 98 Emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 90 seri dengan nilai nominal Rp791,18 triliun dan empat EBA senilai Rp1,25 triliun.

Asal tahu saja, pasar obligasi tahun 2012 dipercaya akan menembus total nilai penerbitan baru Rp 45 triliun. Ini bahkan menembus target yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia (BEI). (bani)