BBM Dijamin Masih Aman Satu Bulan Lebih - Kilang Cilacap Terbakar

Kilang Cilacap Terbakar

BBM Dijamin Masih Aman Satu Bulan Lebih

NERACA

Jakarta – PT Pertamina (Persero) menyatakan stok BBM nasional masih mencapai 33 juta kiloliter (KL). Karena itu, meski terjadi kebakaran di salah satu kilang minyak di Cilacap, stok premium nasional masih aman hingga bulan depan. ”Stok premium aman untuk 33 hari dan solar untuk 40 hari di Jawa tengah, jadi masih cukup. Apalagi saat ini pabrik lain tetap beroperasi,” kata Dirut Pertamina Karen Agustiawan kepada wartawan, Minggu, (3/4 ).

Lebih jauh kata Karen, masyarakat tak perlu khawatir dengan menipisnya stock BBM. Karena Pertamina rencananya akan menambah sekitar 400.000 barel lagi di Jawa Tengah. ”Ada 400 ribu barel akan datang minggu depan,” ujarnya.

Dikatakannya, Pertamina sedang memfokuskan diri untuk memadamkan api yang masih berkobar di Cilacap. Setelah api dapat dikendalikan, pihak kepolisian baru dapat melakukan investigasi. “Saat ini kita konsen dari Pertamina untuk pemadaman lebih dahulu. Setelah padam, Tim Labfor dari Kepolisian baru bisa masuk.” tambahnya.

Hal serupa juga dikatakan Menteri Koordiantor Bidang Perekonomian Hatta Rajasa. Dia memastikan kebakaran yang terjadi pada tangki minyak Cilacap tidak akan mengganggu distribusi dan pasokan minyak. ”Yang terbakar tangki HMOC, bahan untuk peningkat oktan pada premium, bukan kilang minyaknya sehingga tidak akan menggangu pasokan dan distribusi BBM,” kata Hatta, ¾.

Hatta menambahkan, upaya pemadaman api masih terus dilakukan terutama di tangki 31 T7 dengan menggunakan foam dan mendatangkan pemadam dari Balongan, Jakarta, dan Surabaya. ”Serta helikopter untuk pemadaman dari udara,” ucapnya.

VP Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun juga menyatakan hal senada bahwa kondisi stok BBM nasional sangat aman kendati terjadi kebakaran di tangki Cilacap. ”Volume stok premium, solar dan kerosen berjumlah 3,2 juta kiloliter,” ungkapnya.

Menurut dia, Pertamina juga telah menyiapkan rencana cadangan dengan menyiagakan kapal untuk menginjeksi Terminal Lomanis untuk menjaga penyaluran ke Yogjakarta dan Bandung berjalan normal. ”Kapal direncanakan akan menyuplai 400 ribu barel premium,” ujarnya.

Sementara untuk pertimbangan keamanan pelayanan LPG yang selama ini dipenuhi dari Kilang Cilacap, telah dialihkan pasokannya. Khusus untuk Jawa Tengah bagian barat akan mengambil dari Kilang Balongan. ”Sedangkan untuk pasokan Jawa Tengah bagian timur akan mengambil dari Terminal Elpiji Tanjung Emas sehingga kebutuhan masyarkat dapat terpenuhi seperti biasa,” tandasnya. **ruhy.

Related posts