Pertumbuhan Kredit Diprediksi Capai 28% - Pada 2012

NERACA

Jakarta - Pertumbuhan kredit perbankan hingga akhir 2012 bakal mencapai 27%-28%. Bahkan kinerja perbanka ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi disela performa ekspor yang menurun. “Investasi terlihat didukung pertumbuhan kredit yang lebih tinggi," kata Gubernur BI Darmin Nasution di Jakarta,5/7

Menurut Darmin, pertumbuhan ekonomi tahun ini masih positif karena ditopang konsumsi domestik dan investasi yang menguat, di tengah-tengah ekspor yang melambat. Pada tahun 2011, pertumbuhan kredit perbankan mencapai 26%."Kelihatannya tahun ini akan ada pada angka 27%-28%. Sehingga investasi dalam negeri, ditambah investasi asing, masih mampu menahan pertumbuhan ekonomi kita tidak merosot seperti ekonomi negara-negara lain," tambahnya

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi dalam APBNP 2012 sebesar 6,5%. Sementara hingga kuartal pertama tercatat 6,3%. "Kuartal kedua tadi Menkeu memperkirakan 6,4%, kami mungkin sedikit lebih moderat 6,3%. Sehingga pada sepanjang tahun, kami masih percaya pertumbuhan ekonomi Indonesia akan ada pada range antara 6,3% dengan 6,5%," ucapnya

Sementara inflasi, Darmin menilai, realisasi hingga tengah tahun ini yang sebesar 1,79% masih tergolong rendah. "Dan bulan ini berkumpul lebaran dan masuknya sekolah pada tahun ajaran baru, biasanya kalau 2-3 faktor berkumpul, inflasinya sedikit lebih tinggi," tuturnya.

Yang jelas, kata Mantan Dirjen Pajak ini, pemerintah menargetkan inflasi pada 2012 sekitar 3,5%-5,5%. “Namun demikian kami sepakat dengan menkeu bahwa inflasi kita pada 2012 ini masih pada kisaran 4,5 plus minus 1%, dari 3,5% sampai 5,5%," ungkapnya.

Dari Beijing, China pada Kamis mengumumkan bahwa pihaknya menurunkan suku bunga untuk kedua kalinya dalam sebulan, upaya terakhir untuk meningkatkan pertumbuhan di ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Mengutip Antara, Perubahan, yang mulai berlaku Jumat, akan melihat suku bunga pinjaman acuan satu tahun turun 0,31 persentase poin dan suku bunga deposito turun sebesar 0,25 persentase poin, bank sentral mengatakan dalam sebuah pernyataan di situsnya.

Semua suku bunga pinjaman dan deposito akan disesuaikan, People's Bank of China atau bank sentral, mengatakan. Pemangkasan akan secara efektif menyesuaikan suku bunga deposito satu tahun menjadi 3,0% dan suku bunga pinjaman satu tahun menjadi 6,0%, kata bank.

Bank sentral tidak segera memberikan alasan penurunan suku bunga, tetapi pemerintah telah mengambil berbagai langkah untuk meningkatkan perekonomian yang telah mulai melambat.

China memangkas suku bunga pada 7 Juni, tindakan penurunan pertama dalam lebih dari tiga tahun. **cahyo

BERITA TERKAIT

PNM Sosialisasikan Kredit Ultra Mikro ke UMKM Kalbar

PNM Sosialisasikan Kredit Ultra Mikro ke UMKM Kalbar NERACA Pontianak - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus melakukan sosialisasi kredit…

Bank Kalteng Tingkatkan Kredit Produktif

    NERACA   Kalteng - PT Bank Kalimantan Tengah meningkatkan penyaluran kredit produktif untuk memacu kinerja perekonomian daerah sesuai…

Investor di Bursa Capai 820 Ribu Investor

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan, jumlah investor saham per bulan Oktober 2018 mencapai 820.000 investor berdasarkan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Naikkan Suku Bunga Jadi 6%

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuannya pada November 2018 menjadi enam persen,…

Perbankan Diminta Perbaiki Tata Kelola

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap industri perbankan terus memperbaiki tata kelola perusahaan yang…

Bhineka Life dan OJK Gelar Literasi Keuangan untuk Guru

    NERACA   Bandung - PT Bhinneka Life Indonesia (Bhinneka Life) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional…