XL Cari Pinjaman Perbankan Biayai Utang

Jumat, 06/07/2012

NERACA

Jakarta—Operator seluler PT XL Axiata Tbk menjajaki pinjaman perbankan untuk membiayai utang jatuh tempo sekitar Rp900 miliar pada akhir tahun ini. "Akhir tahun ini (2012) utang jatuh tempo XL mencapai Rp900 miliar. Untuk membiayainya sebesar 70% akan kami cari dari pinjaman perbankan, sedangkan sisanya 30 persen dari kas internal," kata Direktur Keuangan XL Axiata, Mohamed Adlan bin Ahmad Tajuddin, menguti Antara saat peluncuran "Program Xensasi Ramadhan," di Jakarta, Kamis.

Menurut Adlan, perseroan lebih memilih opsi pinjaman perbankan ketimbang menerbitkan obligasi. "Kami akan fokus refinancing melalui pinjaman perbankan. Sejauh ini belum ada pemikiran untuk menerbitkan surat utang (obligasi)," terangnya

Dikatakan Adlan, sejauh ini bank lokal yang sudah menyatakan siap mendanai utang jatuh tempo XL meliputi, Bank Mandiri, Bank BCA, dan Bank Niaga. "Kita sudah mengajak bicara bank-bank tersebut," paparnya

Hingga saat ini, kata Adlan, total utang XL mencapai sekitar Rp10 triliun. "Sebesar 25% dari total utang dalam bentuk valuta asing, namun sudah di-"hedging" (lindung nilai). Selebihnya utang dalam bentuk rupiah," ujarnya.

Sebelumnya, pada awal tahun perseroan telah mendapatkan pinjaman sekitar Rp3 triliun dari Bank BCA, dan pada Februari, XL mengantongi dana pinjaman Rp1 triliun dari Bank Mandiri. "Kami juga sudah mencairkan sebagian pinjaman atau sebesar Rp280 miliar, dari plafon pinjaman Rp1 triliun Bank of Tokyo Mitsubishi," ujarnya.

Dikatakan Adlan, pinjaman perbankan tersebut bagi XL adalah selain untuk membiayai modal kerja juga memenuhi belanja barang modal (capital expenditure/capex). Pada tahun 2012 XL menganggarkan capex sebesar Rp7-8 triliun. **