Jababeka Terbitkan Global Bond US$300 Juta Tahun Ini

NERACA

Jakarta - PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) akan menerbitkan global bond sebanyak-banyaknya US$300 juta pada tahun ini. Dana hasil penerbitan global bond sebesar 50% akan digunakan untuk pelunasan fasilitas pinjaman perseroan dan PT Bekasi Power (BP) dan sisanya untuk belanja modal perseroan dan PT Graha Buana Cikarang (GBC) terkait dengan pengembangan lahan di daerah Cikarang, Jawa Barat dan Cilegon, Banten.

Corporate Secretary KIJA, Muljadi Suganda mengatakan, rencana penerbitan global bond yang bertenor 5 tahun ini sudah direstui oleh pemegang saham Perseroan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang telah dilaksanakan hari ini. "Kita sudah mendapat persetujuan dari pemegang saham Perseroan untuk melakukan penerbitan global bond, namun kita belum bisa sampaikan kapan pastinya akan diterbitkan global bond tersebut. Yang pasti tahun ini," ujarnya usai RUPSLB, di Jakarta, Kamis (5/7).

Lebih lanjut dia menuturkan, pihaknya akan menggunakan dana hasil global bond sebesar 50% untuk pelunasan fasilitas pinjaman perseroan dan PT Bekasi Power (BP). "Sebesar 50% dana hasil global bond akan kita gunakan untuk bayar utang. Tercatat saat ini hutang kita mencapai Rp 1,5 triliun," tuturnya.

Muljadi menambahkan, untuk penerbitan global bond ini akan kita pasarkan ke seluruh dunia, namun untuk penerbitan global bond tersebut akan dilakukan di Singapura. "Kita akan melakukan road show atas rencana penerbitan global bond tersebut, namun kita belum tau kapan road show tersebut akan dilaksanakan," jelasnya.

Fokus Kawasan

KIJA akan fokus kembangkan kawasan indutri di Cikarang dan Cilegon dari tiga kawasan industri di Pulau Jawa. Ketiga kawasan industri tersebut berada di Cikarang, Cilegon dan Tanjung Lesung Banten."Untuk pengembangan kawsan kita rasa tidak terbatas di Cikarang saja tapi juga di Cilegon. Untuk saat ini kita masih fokus ke dua lokasi dulu," kata Muljadi.

Muljadi mengatakan, untuk kawasan industri Cikarang, perseroan memiliki lahan seluas 1.000 hektare, sementara untuk di Cilegon perseroan memiliki lahan seluas 800 hektar. " Rencana pengembangan kawasan industri ini akan dibangun jika sudah mendapatkan komitmen dari perusahaan industrsi setidaknya seluas 100 hektar," ujarnya.

Sementara, Untuk kawasan industri Tanjung Lesung, Banten, perseroan memiliki lahan seluas 1.300 hektar. Perseroan akan mengembangkan kawasan industri pariwisata di Tanjung Lesung. "Ditempat itu, Perseroan saat ini sudah terdapat hotel, vila dan pendukung pariwisata lainnya," pungkasnya. (didi)

BERITA TERKAIT

Ekonomi Global Mulai Membaik - OJK Bidik Himpun Dana di Bursa Rp 250 Triliun

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis penggalangan dana di pasar modal tahun ini dapat mencapai Rp200 triliun hingga…

Tahun Politik Berikan Dampak Positif IHSG

NERACA Solo – Momentum politik seiring dengan pemilihan calon presiden dan anggota legislatif, diyakini tidak terlalu banyak berdampak terhadap industri…

Awal Tahun, NasionalRe Gelar Pelatihan Bagi Para Mitranya di Jawa Timur

Awal Tahun, NasionalRe Gelar Pelatihan Bagi Para Mitranya di Jawa Timur NERACA Jakarta - PT Reasuransi Nasional Indonesia atau NasionalRe…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Dongkrak Penjualan - Passpod Gandeng Tokopedia dan LOKET

NERACA Jakarta - Perluas penetrasi pasar untuk mengerek pertumbuhan penjualan, PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) atau lebih dikenal Passpod…

Harga IPO Rp 180 Per Saham - Citra Putra Realty Raup Dana Rp 93,6 Miliar

NERACA Jakarta – Resmi mengantungi pernyataan efektif untuk melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) dari Otoritas…

Serap Private Placement - Benny Tjokro Tambah Porsi Saham di RIMO

NERACA Jakarta - Aksi korporasi PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) berupa Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih…