Indosat Naik Peringkat Jadi BB+ dari S&P

PT Indosat Tbk (ISAT) mendapatkan kenaikan peringkat dari BB menjadi BB+ untuk peringkat long-term credit dan guaranteed notes dari Standard and Poor's. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (5/7).

Disebutkan, lembaga pemeringkat internasional itu juga telah mencabut pengawasan kredit terhadap seluruh peringkat kredit. Outlook stable menunjukkan harapan S&P akan stabilnya performasi operasional Indosat.

Selain itu, saat bersamaan, agensi juga menaikkan peringkat skala long-term Asean regional terhadap Indosat dari axBBB- menjadi axBBB+. Kenaikan peringkat ini mencerminkan peningkatan pada profil kredit Indosat dan harapan S&P Indosat akan mempertahankan performansi keuangan yang meningkat dalam dua hingga tiga tahun ke depan. S&P juga meyakini Indosat akan mempertahankan kecukupan likuiditas dalam jangka waktu 24 bulan ke depan.

Saat ini S&P memberikan nilai significant terhadap profil resiko keuangan Indosat. Peringkat ini juga menunjukkan tingginya leverage Indosat dalam pasar seluler Indonesia yang sudah jenuh dan bersaing ketat. Namun Indosat memiliki kecukupan arus kas moderate dan hubungan strategis dengan induk perusahaan yang dapat mengatasi kelemahan tersebut. (bani)

BERITA TERKAIT

BTN Targetkan Transaksi Rp3 Triliun di IPEX 2020

Kesekian kalinya PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kembali menggelar Indonesia Property Expo (IPEX). Kali ini, perseroan menargetkan dapat meraup…

WSBP Raih Kontrak Anak Usaha Pertamina

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mengantungi kontrak baru dari anak usaha PT Pertamina yakni, PT Pertamina Trans Kontinental (PTK)…

Pefindo Beri Peringkat A- MTN Tridomain

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menegaskan peringkat A- untuk surat utang jangka menengah (medium…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Terlibat dalam Perjanjian Kontrak - Peran Penegak Hukum Bakal Ganggu Iklim Investasi

Keterlibatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kegiatan investasi membuat ketidakpastian dalam berusaha. Kalangan investor menjadi tidak nyaman,  seperti kasus PT…

BEI Beri Sanksi Suspensi 19 Emiten - Melalaikan Kewajiban Biaya Pencatatan Tahunan

NERACA Jakarta – Musim laporan kinerja keuangan emiten menjadi momentum yang ditunggu para analis dan juga investor untuk memetakan investasi…

Ditopang Pondasi Bisnis Kuat - BTN Optimis Bakal Raup Laba Rp 3 Triliun

NERACA Jakarta -PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyampaikan optimistis akan meraup laba Rp3 triliun dengan berbagai bauran strategi…