IHSG Akhir Pekan Masih Berpeluang Menguat

Jumat, 06/07/2012

NERACA

Jakarta – Menguat selama empat hari, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis akhirnya terkoreksi tipis 6,081 poin (0,15%) ke level 4.069,836. Sementara Indeks LQ45 turun tipis 2,767 poin (0,40%) ke level 697,566. Aksi ambil untung investor cukup mempengaruhi pergerakan indeks yang akhirnya di zona merah.

Kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono, penguatan indeks BEI selama empat hari akhirnya bisa dipatahkan dengan aksi ambil untung pelaku pasar, “IHSG mengalami 'profit taking' setelah selama empat hari berturut-turut sebelumnya menguat signifikan," katanya di Jakarta, Kamis (5/7).

Dia juga menambahkan, penurunan indeks BEI juga dipengaruhi oleh melemahnya bursa regional menyusul data industri Jerman pada Juni yang tanpa diduga mengalami kontraksi. Meski IHSG Kamis melemah, Purwoko menilai penurunan yang terjadi merupakan koreksi sehat dan wajar terjadi mengingat indeks BEI telah mengalami "rally" beberapa hari berturut-turut.

Selanjutnya, dia memproyeksikan IHSG masih berada dalam area 'bullish' (penguatan) jangka pendek. Oleh karena itu, indeks BEI Jum’at akhir pekan diperkirakan masih betah dizona hijau dengan tren penguatan di kisaran 4.048-4.090 poin.

Pada perdagangan Kamis kemarin, saham-saham lapis dua menjadi penopang pasar saham di tengah kejatuhannya akibat koreksi di saham-saham unggulan. Aksi jual ini banyak dilakukan investor lokal. Sedangkan dana asing sore ini 'parkir' dengan nilai yang tipis. Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 69,16 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 90.485 kali pada volume 6,211 juta lot saham senilai Rp 3,588 triliun. Sebanyak 115 saham naik, sisanya 127 saham turun, dan 100 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Sarana Menara (TOWR) naik Rp 500 ke Rp 16.000, Indosprings (INDS) naik Rp 400 ke Rp 4.400, Sumber Alfaria (AMRT) naik Rp 375 ke Rp 4.875, dan Indosiar (IDKM) naik Rp 300 ke Rp 5.750.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 5.000 ke Rp 690.000, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.450 ke Rp 50.200, United Tractor (UNTR) turun Rp 400 ke Rp 23.100, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 300 ke Rp 16.050.

Pada perdagangan sesi I, indeks BEI juga ditutup melemah 8,262 poin (0,21%) ke level 4.067,655. Sementara Indeks LQ45 turun tipis 1,727 poin (0,25%) ke level 698,606. Saham-saham lapis dua di sektor aneka industri dan industri dasar, dibuntuti saham-saham di sektor lainnya. Tiga sektor berhasil menguat, sektor konsumer finansial dan manufaktur.

Indeks sudah menguat selama empat hari berturut-turut sehingga posisinya yang sudah tinggi itu dimanfaatkan investor untuk mengambil untung. Namun investor asing masih terus berburu saham.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 49.224 kali pada volume 3,023 juta lot saham senilai Rp 1,325 triliun. Sebanyak 70 saham naik, sisanya 155 saham turun, dan 81 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Unilever (UNVR) naik Rp 500 ke Rp 24.550, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 500 ke Rp 16.000, Indosiar (IDKM) naik Rp 300 ke Rp 5.750, dan Resources Alam (KKGI) naik Rp 250 ke Rp 4.975.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Surya Toto (TOTO) turun Rp 6.900 ke Rp 53.100, Astra Agro (AALI) turun Rp 400 ke Rp 21.900, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 61.100, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 23.200.

Kondisi ini berbeda pada saat pembukaan perdagangan indeks BEI Kamis yang dibuka naik 10,43 poin atau 0,26% ke posisi 4.086,34. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,66 poin (0,38%) ke level 702,99.

Analis pasar modal Purwoko Sartono mengatakan harapan pelaku pasar terhadap stimulus baru yang dilakukan oleh bank sentral negara-negara dunia termasuk the Fed membuat keyakinan pasar akan adanya stimulus semakin besar seiring data ekonomi yang terus melemah, “Bank Sentral Eropa diperkirakan akan memotong suku bunga acuan seiring negatifnya data ekonomi Eropa," ungkapnya.

Meski demikian, disisi lain tekanan jual terhadap indeks BEI mulai membayangi. Bentuk faktor "shooting star" indikasi IHSG berpotensi berbalik arah (reversal). Sedangkan analis Samuel Sekuritas Christine Salim menambahkan, indeks BEI sejak diawal rawan aksi ambil untung (profit taking) seiring sentimen negatif dari koreksi bursa komoditas. "Sentimen negatif dari koreksi bursa komoditas diperkirakan digunakan investor untuk melakukan 'profit taking' terutama pada saham-saham sektor pertambangan yang menjadi 'leading mover' indeks BEI sepanjang pekan ini," katanya.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 87,09 poin (0,44%) ke level 19.622,66, indeks Nikkei-225 turun 14,33 poin (0,16%) ke level 9.089,84 dan Straits Times melemah 2,11 poin (0,07%) ke level 2.946,66.