Tambah Armada, Express Group Rencanakan IPO Akhir Tahun - Incar Dana Rp 500 Miliar

NERACA

Bogor - Anak usaha Rajawali Corpora, PT Express Treasindo Utama (Express Group) berencana menawarkan saham perdana (initial public offering/IPO) pada kuartal IV-2012. Rencana tersebut akan mengincar dana senilai Rp 500 miliar.

Perseroan berencana menggunakan buku laporan keuangan Juni 2012 guna listing perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hingga saat ini perseroan masih dalam tahap mencari penjamin emisi IPO atau underwriter, “Kita masih menunggu waktu yang tepat di akhir tahun ini. Namun makin cepat makin lebih baik,”kata Presiden Direktur Express Group Daniel Podiman di Bogor, Kamis (5/7).

Perseroan menargetkan hingga akhir tahun mempunyai 8000-8500 armada taksi reguler. Namun Daniel belum bisa merinci berapa dana yang akan digunakan dan berasal dari mana dananya untuk penambahan armada tersebut. ”Kita targetkan bisa mencapai 8000-8500 armada reguler pada akhir tahun nanti,” ungkapnya.

Untuk belanja modal tahun ini, kata Daniel, perseroan menganggarkan Rp 300 miliar. Dari dana tersebut, Rp 70 miliar telah digunakan pada semester I lalu untuk meluncurkan 65 unit armada taksi premium Tiara Express. Penambahan ni bertujuan memperkuat bisnis perseroan terutama segmen premium, “Dengan penambahan armada premium ini, sekarang total armada Tiara Express menjadi 108 unit, dan semua beroperasi di Jakarta,” tuturnya.

Daniel mengatakan, dana untuk penambahan armada Tiara Express tersebut porsinya bersumber dari perbankan, yaitu dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 75% dan dari kas internal sebesar 25%.

Armada Tiara Express baru ini menggunakan Mercedes Viano. Sebelumnya 43 armada Tiara Express menggunakan mobil Toyota Alphard. Perseroan mengincar para wisatawan yang berada di hotel-hotel dan bandara-bandara. Untuk tarifnya, ditetapkan tarif awal Rp 15 ribu dan bertambah per kilometernya Rp 6 ribu. “Pemilihan jenis kendaraan Mercedes Viano ini karena Tiara Express telah memposisikan diri sebagai taksi premium dengan kendaraan MPV yang pertama kali hadir di Indonesia,” jelasnya.

Sebelumnya, pesaingnya Blue Bird Group juga menyampaikan rencana go public pada tahun 2013. Niatan go public tersebut sedang dikaji sesuai dengan kebutuhan dan visi perseroan kedepan.

Presiden Direktur Blue Bird Group Purnomo Prawiro pernah bilang, dalam dua tahun kedepan perseroan akan mencatatkan sahamnya di pasar modal. Namu saat ini sedang di kaji kebutuhan dan siapa underwriternya, “Rencananya saham yang akan dilepas berkisar 20-40% dan dana yang dihimpun untuk menambah armada,”ungkapnya.

Dia menjelaskan, sejak berdiri pada tahun 1972 dengan jumlah taksi sebanyak 25 unit, kini seiring dengan berkembangnya perseroan telah menambah armada dengan total mencapai 20 ribu armada. Kemudian dari total tersebut, setiap tahunnya atau sekitar 4000 unit kendaraan harus diremajakan. Pasalnya, kendaraan yang dimiliki perseroan tiap lima tahun harus diremajakan. (didi)

Related posts