Bank Mutiara Buka 4 Cabang Baru - Pada 2012

NERACA

Jakarta-- PT Bank Mutiara Tbk berencana membuka 4 kantor cabang di area bisnis wilayah Jawa dan luar Jawa, yakni Sumatera dan Kalimantan pada 2012 ini. “Langkah ini terkait dengan untuk mendukung strategi kredit bank akan memperluas jaringan business centre khusus kredit selain Surabaya, Semarang dan Medan serta pembukaan sekira 50 outlet kredit mikro,” Demikian Laporan Bank Mutiara dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (5/7)

Selain itu, dalam keterangan tersebut menyebutkan Bank Mutiara juga akan membuka 10 outlet priority banking dan 11 ATM baru selain dua galeri treasury. Ekspansi kredit, lanjut perseroan, akan fokus pada kredit konsumer dan UKM. Walau sejak 2009 pertumbuhan kredit bergantung pada kredit kendaraan melalui chanelling ke perusahaan multifinance. Ke depannya, bank ini menargetkan porsi antara kredit UKM dan konsumer seimbang.

Kredit konsumer akan berfokus pada pertumbuhan kredit KPR dan KTA melalui kerjasama dengan developer, korporasi dan kantor pos. Sedangkan kredit UKM akan fokus pada perdagangan dan segmen industri ringan.

Terkait dengan target laba, PT Bank Mutiara Tbk (BCIC) hanya berhasil meraih laba bersih sebesar Rp86,5 miliar per 30 Juni 2012. Laba ini turun sekitar 136,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp204,96 miliar.

Padahal, bank yang dulu bernama Bank Century ini mencatatkan pendapatan bunga sebesar Rp600,65 miliar, naik dari sebelumnya yang sebesar Rp474,28 miliar.

Tapi, beban bunga juga mengalami kenaikan menjadi Rp426,6 miliar dari sebelumnya Rp399,6 miliar. Pendapatan bunga bersih perseroan masih tercatat naik menjadi Rp173,99 miliar dari sebelumnya Rp74,66 miliar. Pendapatan operasional juga naik menjadi Rp90,3 miliar dari sebelumnya Rp51,57 miliar. **cahyo

BERITA TERKAIT

Tunas Baru Lampung Rilis Obligasi Rp 1 Triliun

Lunasi utang, PT Tunas Baru Lampung (TBLA) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I Tunas Baru Lampung tahap I tahun 2018 dengan…

Bank Panin Tambah Porsi Saham Jadi 42,54% - Rights Issue Panin Dubai Syariah

NERACA Jakarta - Jelang rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) alias rights issue, PT Bank Panin…

BEI Bilang Delisting Butuh Proses Panjang - Sikapi Kasus Bank of India

NERACA Jakarta- PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) tengah meminta PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menghapus sahamnya (delisting)…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Taspen Raih Laba Bersih Rp721 miliar

      NERACA   Jakarta - PT Taspen (Persero) sepanjang tahun 2017 mencatat laba bersih sebesar Rp721,73 miliar, tumbuh…

Naik 15,5%, BTN Cetak Laba Rp3,02 triliun

      NERACA   Jakarta - Kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menunjukan hasil positif sepanjang 2017 dengan…

Penghambat Inklusi Keuangan di Indonesia Menurut Presiden

      NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo menyebutkan ada dua penghambat perluasan inklusi keuangan di Indonesia, yakni…