Kadin Ingatkan Pemerintah Soal Minimnya Transportasi Publik - Layanan Perkotaan Semakin Buruk

NERACA

Jakarta - Sejumlah perusahaan Australia yang tergabung dalam Australia Urban System (AUS) mengkampanyekan inovasi dalam infrastruktur dan bangunan urban dengan mengetengahkan konsep kenyamanan hidup masyrakat modern serta pengembangan arsitektur dalam menghadapi tantangan percepatan urbanisasi.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri, Riset dan Teknologi Bambang Sujagad mengatakan, infrastruktur sangat dibutuhkan oleh kota urbanisasi seperti Jakarta. “Kurangnya transportasi publik dan jalan yang belum memadai berdampak pada kualitas hidup bagi setiap orang,” ujarnya pada forum bisnis yang bertema Liveable and Sustainable Cities of the Future di Jakarta, Kamis (5/7).

Masyarakat urban, kata Bambang, sering dihadapkan pada masalah perawatan kesehatan, air, limbah dan sanitasi, serta pasokan listrik yang kurang memadai. “Semua layanan perkotaan kita masih belum baik dan diperkirakan akan bertambah buruk, sehingga memerlukan perencanaan yang tepat untuk menciptakan kota urban yang baik dan bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya,” lanjutnya.

Menurut Bank Dunia, pada tahun 2010, 44% penduduk Indonesia tinggal di daerah perkotaan dan urbanisasi yang terjadi dengan laju 1,7% per tahun. “Ini berarti bahwa dalam hanya beberapa tahun, lebih dari 50% rakyat kita akan tinggal di kota dengan mayoritas dari mereka terkonsentrasi di beberapa kota besar seperti Jakarta,” ungkap Bambang.

Menurut Bambang, menghadapi tantangan arus urbanisasi tersebut, infrastruktur Indonesia belum siap mengimbangi perkembangannya. Pemerintah daerah harus bekerja keras untuk mengatasi tantangan ini, tetapi mereka tidak dapat melakukannya sendiri.

“Mereka membutuhkan partisipasi swasta untuk menemukan solusi. Melalui teknologi sektor swasta dan inovasi, kami percaya bahwa ada banyak kemungkinan untuk memperbaiki kondisi infrastruktur Indonesia dan kualitas pelayanan perkotaan,” ujarnya.

Tanpa perbaikan infrastruktur, lanjut Bambang, kota-kota urban yang ada di Indonesia tidak akan berkelanjutan. “Indonesia harus menerapkan perencanaan tata kota yang lebih baik agar berkelanjutan,” jelassnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Kerjasama Perdagangan ASEAN Pemerintah Victoria-Australia James Myers mengatakan ingin bekerjasama dengan pihak Indonesia dalam mengembangkan konsep design infrastruktur dan inovasi bangunan urban untuk menciptakan kehidupan kota yang lebih baik.

Menurut dia, negara bagian Australia, Victoria telah berhasil mengedepankan konsep design urban yang berkelanjutan dengan mempekerjakan sekitar 350.000 orang dan telah menjadi sektor andalan di negara bagian Victoria. Pihaknya juga menawarkan tidak hanya dari teknologi green building-nya saja, tetapi mencakup jasa engineering, dan design arsitekturnya. “Dalam waktu dekat, kami berniat untuk melakukan kerjasama dengan negara-negara berkembang seperti Indonesia, China, Negara-negara timur tengah dan Amerika Latin,” ujar Myers.

Related posts