Berlian Laju Tenker Tunda Bayar Utang Lagi

NERACA

Jakarta - Perusahaan pelayaran, PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) menyatakan, perseroan dan anak usaha mendapat proteksi dari sejumlah kreditur dengan memberikan waktu lebih lama pembayaran utang menyusul keputusan dari Pengadilan Tinggi Singapura.

Informasi tersebut disampaikan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (4/7). Disebutkan, kreditur sudah menjalankan untuk periode tiga bulan. Hal tersebut diberikan berdasarkan ketentuan s.210(10) dari peraturan perusahaan Singapura yang menyatakan untuk memberikan waktu bagi perseroan agar dapat memberi skema pembayaran (Scheme of Arrangement) untuk menangani berbagai kewajiban perseroan kepada kreditur-krediturnya.

"Pada 8 Mei 2012, putusan tersebut telah diperpanjang sampai 2 Juli 2012, atas persetujuan dari kreditur-kreditur utama Perseroan. Pada 2 Juli 2012 ini, Putusan tersebut telah pula diperpanjang selama 3 bulan berdasarkan persetujuan kreditur utama Perseroan," ujar rilis tersebut.

Kreditur obligasi rupiah juga telah menyetujui untuk tidak mengambil tindakan apa-apa sampai dengan 30 Juli 2012 dalam rangka memberikan waktu bagi perseroan agar dapat memberikan proposal bagi mereka.

Restrukturisasi

Berlian Laju Tangker juga telah menyampaikan rencana restrukturisasi awal kepada Pengadilan dan major secured lenders. Perseroan juga akan bekerja bersama dengan para kreditur untuk dapat memfinalisasi rencana tersebut secepat mungkin.

Rencana restrukturisasi tersebut antara lain mencakup pembentukan organisasi yang ramping dengan mengoperasikan armada kapal tanker kimia stainless steel yang lebih muda.“Tujuan dari putusan itu adalah memberikan waktu bagi perseroan agar dapat memberikan skema pengaturan atau Scheme of Arrangement untuk menangani berbagai kewajiban kepada kreditor. Selanjutnya, pada 8 Mei 2012, putusan tersebut diperpanjang hingga 2 Juli 2012, atas persetujuan kreditor utama perseroan,” tutur Investor Relation Berlian Laju Tanker, Caroline Setiabudi.

Rencana tersebut mencakup restrukturisasi yang dilakukan dengan hati-hati, dengan tujuan jangka pendeknya adalah pembentukan suatu organisasi yang ramping dengan mengoperasikan armada kapal tanker kimia stainless steel yang lebih muda dan delapan kapal tanker gas serta dua kapal tanker minyak. Semua kapal tersebut dipekerjakan dengan sewa jangka panjang."Merupakan harapan bagi Berlian Laju Tanker agar semua grup kreditor yang berbeda dapat bekerja bersama dengan perseroan dan masing-masing grup untuk membawa rencana restrukturisasi yang dapat diterima semua pihak,"ujarnya.

Tahap pertama proses restrukturisasi yang telah mencapai titik kulminasi ini, terkait Rencana Restrukturisasi yang telah dilakukan beberapa bulan terakhir. Restrukturisasi itu dilakukan pada berbagai aspek, termasuk badan usaha, operasional dan keuangan grup usaha Perseroan. Selain mendapatkan dukungan dari kreditur-kreditur utama Perseroan dan semua pelanggan BLTA.

"Perseroan sadar atas seriusnya keadaan yang sedang dihadapi. Oleh karena itu telah mempersiapkan rencana restrukturisasi awal tersebut dan telah menyampaikannya kepada Pengadilan Singapura," imbuh Caroline.

BLTA berharap agar dapat melakukan proses restrukturisasi tersebut secara bersama-sama dan memilih mencatatkan sendiri penyelesaian ini melalui PKPU, sehingga proses yang dilakukan baik di Indonesia maupun Singapura dapat dilakukan lebih singkat. (didi)

BERITA TERKAIT

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…

Sikapi Kasus Pemalsuan Deposito - BTN Yakinkan Nasabah Kondisi Kinerja Masih Solid

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyatakan perseroan dalam kondisi kinerja yang solid dengan performa perusahaan…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 6,8 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan Agustus 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp6,8 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PLN Terbitkan Surat Utang Rp 5,7 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat struktur permodalan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggalang dana hingga Rp 5,7 triliun dari penerbitan surat…

Bidik Pasar Ekspor Timor Leste - Japfa Targetkan Volume Ekspor 1000 Ton

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan pasar ekspor, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melakukan ekspor perdana produk pakan ternak ke…

Pendapatan Merdeka Copper Naik 66,95%

NERACA Jakarta - Emiten pertambangan logam, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengantongi pendapatan US$191,77 juta pada semester I/2019 atau…