Mandiri Kaji Investasi US$7000 per ATM

Penggantian Ke Chip

Kamis, 05/07/2012

NERACA

JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sedang melakukan kajian terkait penggantian sistem anjungan tunai mandiri (ATM) ke sistem chip. Maalahnya penggantian sistem tersebut membutuhkan investasi sekitar US$7000 per mesin. "Pindah ATM ke chip butuh sekira USD7 ribu per ATM, belum termasuk kartunya (kartu ATM)," kata Direktur Ritel Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Rabu (4/7)

Lebih jauh kata Budi, belum lagi untuk migrasi ATM ke sistem chip juga membutuhkan investasi sekitar US$2 per kartu. "2015 kita pakai chip kita sudah siap, ATM dan Electronic Data Capture (EDC) kita pakai chip," ungkapnya

Budi mengaku, saat Bank Indonesia (BI) mengeluarkan aturan yang mewajibkan bank pindah ke sistem ATM dan EDC ke sistem chip, pihaknya telah memiliki 2.000 ATM dan 3.000 EDC. Saat ini, Mandiri mengaku hanya akan mengganti sekira 1.200 ATM ke sistem chip.

Beberapa waktu lalu, Direktur Utama BMRI Zulkifli Zaini mengakui pihaknya sedang belajar sistem branchless banking dari bank sentral India, Reserve Bank Of India (RBI). "Praktek terbaik branchless-nya, tiap-tiap individual diberikan satu nomor identitas unik yang mereka sebut Aadhaar," ujarnya

Selanjutnya, menurut Zulkifli, Development of AEPS atau sistem pembayaran yang menyediakan Aadhaar, memungkinkan transaksi keuangan secara online lewat agen-agen dengan menggunakan Aadhar ID, yang telah diatur regulasinya. "Di India, pemerintah telah mengatur tentang branchless banking, RBI diprakarsai National Payment Corporation of India (NPCI), yang kemudian menghasilkan rupay yakni jalur pembayaran domestik," paparnya

Selain itu, kata Zulkifli, untuk ID Account didapat dari The Unique Identification Authority of India (UIDAI) yang menyediakan secara acak dan unik ID Account tersebut. **cahyo