Jasa Marga Serius Garap Tol Sumatera

Kamis, 05/07/2012

NERACA

Jakarta - PT Jasa Marga tampaknya sangat serius menggarap interkoneksi jalan tol di Sumatera. Karena itu perseroan telah melakukan kajian feasibility study di lakukan di Sumatera Barat. "Identifikasi awal baru ruas Padang-Sicincin yang paling siap digarap, sehingga konsorsium perlu dibentuk. Sedangkan empat ruas lainnya masih dalam proses pembebasan lahan dan kepastiannya akan diumumkan,” kata Menurut Direktur Operasional Jasa Marga, Hasanuddin, di Jakarta.

Lebih jauh Hasanuddin menambahkan identifikasi kelima ruas meliputi Padang-Sicincin sepanjang 28 km, Sicincin-Padang Panjang 23 km, Padang Panjang-Bukit Tinggi 33 km, Bukit Tinggi-Payakumbuh 28 km, dan Payakumbuh-Riau 93 km. "Di jalan arteri sebanyak 28.000-33.000 kendaraan tiap hari. Kalau 45% saja masuk ke tol, dari sisi finansial sudah masuk kategori layak,” ujarnya.

Sementara itu,Direktur Keuangan Jasa marga, Reynaldi Hermansjah mengatakan struktur permodalan perseroan cukup untuk membangun ruas tol tahun ini. “Masih siap membangun proyek baru senilai Rp10 triliun, kalau lebih mungkin perlu penambahan permodalan,” ungkapnya

Sebelumnya, Perusahaan konstruksi BUMN, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), meraih dua kontrak baru untuk proyek jalan tol senilai total Rp565,8 miliar. Adapun kontrak baru tersebut yakni pembangunan ruas Gempol-Pandaan tahap I paket 2 senilai Rp225 miliar dan pembangunan ruas tol Bogor Ring Road seksi 2A Kedung Halang-Kedung Badak senilai Rp340,8 miliar. "Dalam proyek tol Gempol-Pandaan tahap I paket 2, kami ditunjuk sebagai kontraktor utama sepanjang 5,95 kilometer dengan lebar 2x13 meter dari total jalan sepanjang 11 kilometer," kata Sekretaris Perusahaan WIKA, Natal Argawan Pardede di Jakarta.

Menurut Natal, proyek ini telah dimulai Mei 2012 dan direncanakan selesai selama 15 bulan. Proyek yang didanai oleh PT Marga Bumi Adhi Karya (konsorsium PT Jasa Marga Tbk) ini nantinya akan terhubungkan dengan jalan tol Surabaya-Gempol yang saat ini telah beroperasi.

Sementara itu, khusus di proyek pembangunan jalan tol Bogor Ring Road seksi 2A, lanjutnya, perseroan akan menggunakan teknologi "precast double box girder" dengan sistem "span by span". "Box girder yang akan dipasang akan diangkat menggunakan "launching gantry" dan akan di-"stressing" sekaligus untuk satu bentang yang panjangnya 50 meter,"ujarnya.

Selain itu, kata Natal, proyek ini juga menerapkan "single bored pile" berdiameter 2,5 meter sebagai pondasi. Proyek yang rencananya dimulai pada Juni 2012 akan diselesaikan dalam waktu 17 bulan ke depan dengan panjang jalan tol mencapai 2 kilometer dan lebar 2x10,3 meter.

Proyek yang pendanaannya berasal dari PT Jasa Marga Sarana Jabar (anak usaha Jasa Marga dengan Pemda Jawa Barat) ini merupakan kelanjutan dari jalan tol Bogor Ring Road seksi I dan setelah beroperasi diharapkan dapat mengatasi kemacetan di wilayah kota Bogor dan sekitarnya. **cahyo