Muluskan Ekspansi, Elnusa Raih Pinjaman US$25 Juta Dari BNI

Kamis, 05/07/2012

NERACA

Jakarta - PT Elnusa Tbk (ELSA) mendapatkan fasilitas Non-Cash Loan senilai US$25 Juta dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI). Fasilitas tersebut akan digunakan Elnusa maupun anak perusahaan sebagai jaminan tender dan pelaksanaan dari setiap proyek, “Dengan adanya fasilitas ini, akan terus mengukuhkan bahwa Elnusa dipercaya penuh oleh perbankan nasional maupun oleh bank swasta nasional dan asing yang telah terlebih dahulu menjalin kerjasama dengan Elnusa," kata VP Corperate Secretary, Heru Samodra di Jakarta, Rabu (4/7).

Dia menjelaskan, dengan adanya fasilitas ini, perseroan mengaku dapat menekan biaya terkait dengan penggunaan fasilitas Non-Cash Loan dengan rentan penghematan antara 1,15%-1,65% per tahun.

Fasilitas ini juga akan dipergunakan ELSA maupun anak perusahaan sebagai jaminan tender dan pelaksanaan dari setiap pekerjaan atau proyek yang dilakukan terutama yang terkait dengan Kontraktor Kerja Sama (KKKS) Migas (Garansi), Letter of Credit (LC).

Selain itu dapat juga digunakan sebagai jaminan dalam pembelian peralatan dan spare part pendukung kegiatan jasa migas dari dalam maupun luar negeri, “Dengan adanya fasilitas ini akan mendukung kinerja operasional ELSA menjadi lebih baik dan efisien, semoga tahun depan, kreditur kami yang lainnya dapat mengikuti tren positif ini. Fasilitas US$ 25 juta ini akan kita gunakan sebaik mungkin dan pastinya continue,"ujarnya.

Elnusa sendiri merupakan perusahaan nasional penyediaan jasa minyak dan gas bumi. Memiliki 6 entitas anak dalam ELSA Group yang bergrak dalam bisnis jasa hilir migas dan jasa penunjang migas. Klien utama Elnusa adalah Pertamina Group, Total E&P Indonesie, Chevron, Medco Group dan Vico Indonesia.

Kejar Kontrak Baru

Elnusa sedang mengejar sisa kontrak senilai US$111,8 juta dari target US$338,3 juta pada semester kedua 2012. "Hingga kini tender yang sudah diperoleh mencapai US$226,5 juta. Kami sedang mengejar kontrak senilai US$111,8 juta," kata Heru.

Lebih lanjut dia menuturkan, target sisa kontrak tersebut antara lain geoscience senilai US$65 juta, oil and services senilai US$38 juta, dan drilling senilai US$2 juta. Selain itu, perseroan menargetkan menganggarkan belanja modal senilai US$30 juta hingga akhir tahun 2012, “Hingga kini perseroan telah merealisasikan belanja modal senilai US$20 juta,”ungkapnya.

Perseroan baru mendapatkan fasilitas non-cash loan dengan plafond sebesar US$25 juta dari Bank Negara Indonesia (BNI). "Fasilitas non cash tersebut juga akan digunakan untuk membeli peralatan pendukung proyek hulu migas," tambah Heru. (didi)