Komposisi Investor Asing Belum Bisa Disalip - Klaim Ada Tren Peningkatan

NERACA

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia mengakui sulit mendongkrak jumlah investor domestik dalam menguasai industri pasar modal dalam negeri, kendatipun saat ini tren kepemilikan saham asing turun menjadi 60% dibanding sebelumnya 70%.

Direktur Pengawasan Anggota Bursa BEI Uriep Budhiprasetyo mengatakan, komposisi jumlah investor domestik harus lebih besar dibandingkan asing. Alasannya, agar bursa saham Indonesia tidak mudah disetir oleh investor asing,”Idealnya komposisi investor itu 70% untuk investor lokal dan 30% asing, bagus untuk menahan pasar saham kita agar tidak terlalu didikte asing,”katanya di Jakarta, Rabu (4/7).

Pihaknya pun berharap agar investor institusi, seperti dana pensiun dan asuransi dapat diperluas untuk berinvestasi di pasar modal. Meski jumlah investor asing masih mendominasi di pasar modal, persentase jumlah investor lokal terus meningkat.

Dia menyebutkan, sekitar tahun 90-an komposisi investor itu asing sekitar 80% dan 20% adalah investor lokal. Namun saat ini, komposisi investor di pasar modal Indonesia adalah hampir 60% investor asing dan sisanya investor domestik. “Jadi investor lokal semakin bertambah," kata Uriep.

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (BEI), aset oleh investor asing terhadap total aset mencapai 54,04% per Juni 2012 dibandingkan Juni 2011 sebesar 59%. Sementara itu, aset oleh investor domestik mencapai 45,96% per Juni 2012 dibandingkan Juni 2011 sekitar 40%.

Sementara komposisi aset lokal itu meningkat dibanding posisi 12 Desember 2011 yang sebesar Rp1.020,774 (44,64 persen), sementara investor asing menurun menjadi Rp1.265,410 triliun (55,35 persen).

Kata Uriep, kenaikan itu dipicu meningkatnya kepercayaan investor di pasar modal dan semakin mudahnya orang bertransaksi. Kedepannya, pihaknya akan terus mendorong perusahaan untuk melepas sahamnya ke public atau melakukan penawaran umum saham perdana (IPO), “Target Bursa sebanyak 25 emiten yang IPO, selain mencapai target, Bursa akan mencari perusahaan yang berkualitas jadi bukan hanya kuantitinya saja,"tandasnya.

Dia mengatakan, dengan bertambahnya emiten berkualitas maka pasar saham akan terus berkembang seiring dengan pilihan investasi pelaku pasar yang bertambah. (bani)

BERITA TERKAIT

PENINGKATAN PENGGUNA APLIKASI GO-FOOD

Chief Commercial Expansion Go-Jek Catherine Hindra Sutjahyo (kanan) berbincang dengan Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif Fadjar Hutomo di sela…

Bappenas: Indonesia Belum Siap Ekonomi Digital - AKIBAT JARINGAN INTERNET BELUM MERATA

Jakarta-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Prof Dr. Bambang Brodjonegoro menilai Indonesia belum siap menghadapi era ekonomi digital. Pasalnya, infrastruktur penopang…

BEI Targetkan 2.021 Investor di Sulawesi Utara

NERACA Manado – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) menargetkan sebanyak 2.021 investor di tahun 2018.”Kami cukup…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Dana Segar US$ 150 Juta - Wika Realty Kebut Proyek TOD Jakarta River City

NERACA Jakarta – Pengembang PT Jakarta River City – anak usaha dari PT Wika Realty memastikan pembangunan proyek mixed use…

TBIG Berikan Layanan Kesehatan di Jateng

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), PT Tower Bersama InfrastructureTbk (TBIG) memberikan bantuan pangan dan…

BEI Perpanjang Suspensi GREN dan TRUB

Lantaran belum melakukan pembayaran denda, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperpanjang penghentian sementara perdagangan efek PT Evergreen Invesco Tbk (GREN)…