Transaksi Kartu Kredit Capai Rp 17,5 Triliun

Libur dan Ramadhan Mendongkrak

Kamis, 05/07/2012

NERACA

Jakarta-Transaksi kartu kredit hingga akhir Mei 2012 mencapai sekitar Rp 17,5 triliun. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), transaksi kartu kredit di awal 2012 mencapai Rp 15,8 triliun kemudian sempat turun di akhir Februari 2012 menjadi Rp 15,1 triliun.

Namun transaksi kartu kredit kembali melonjak hingga Rp 16,4 triliun di Maret 2012 dan Rp 17,5 triliun pada Mei 2012. Adapun total volume transaksinya hingga akhir Mei 2012 mencapai 19,09 juta. Jumlah pemegang kartu kredit pada periode tersebut tercatat sebanyak 15,06 juta nasabah. Sementara itu penerbit kartu kredit di 2012 mencapai 20 penerbit.

Menurut General Manager Kartu Kredit PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Dodit Wiweko Probojakti mengungkapkan nilai transaksi kartu kredit akan terus meningkat seiring dengan 3 musim yang secara historikal memiliki nilai transaksi tinggi. "Antara lain liburan sekolah, puasa berikut lebaran dan Natal serta Tahun Baru," ujarnya

Lebih jauh Dodit menambahkan nilai transaksi kartu kredti BNI sendiri hingga Juni 2012 mencapai Rp 8,5 triliun atau tumbuh 38%. "BNI yakin, target nilai transaksi di 2012 sebesar Rp 18 triliun akan terlampaui," ucapnya

Bank Indonesia menyediakan uang sebesar Rp8,66 triliun untuk persediaan Ramadhan dan Lebaran 2012 di wilayah Jawa Barat atau meningkat Rp2,5 triliin dibandingkan tahun lalu.

Ditempat terpisah, Kepala Kantor Bank Indonesia (KBI) Bandung Lucky Fathul Azis Hadibrata mengakui ada peningkatan kebutuhan masyarakat pada Bulan Puasa dan Lebaran. “Sehingga kami siapkan Rp8,66 triliun lebih besar dibandingkan 2011 lalu," ungkapnya

Peningkatan persediaan itu, kata Azis untuk mengantisipasi pada saat hari raya dan liburan. Selain itu meningkatnya perekonomian di Jabar yang dodorong oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran. Dari sisi denominasi, persediaan uang pecahan besar Rp20.000 ke atas, paling dominan yakni 91,6%, sedangkan uang pecahan kecil hanya 8,1%.

Meskipun terjadi peningkatan secara total, namun uang kertas pecahan kecil dan pecahan uang logam yang disiapkan tidak sebesar pada tahun sebelumnya. "Penurunan ini disesuaikan dengan realisasi outflow uang pecahan kecil dan uang logam yang hanya mencapai 50% dari uang yang disiapkan," jelasnya

Lebih lanjut, Lucky menyebutkan pada Ramadhan 2011 yang lalu, realisasi outflow di Jabar mencapai Rp5,36 triliun. Realisasi itu mencapai 87% dari uang yang tersedia waktu itu. Kegiatan penukaran dan pemenuhan uang masyarakat terlihat lebih banyak melalui perbankan. "Kegiatan penukaran di kantor BI hanya sebesar Rp80,8 miliar, selain itu kegiatan kas keliling juga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap kebutuhan uang kecil," tukasnya

Penukaran uang juga melibatkan kantor bank yang tersebar di seluruh Jabar dengan prosentase yang terserap ditargetkan akan tumbuh mencapai 46,7% oleh perbankan, penukaran di kantor BI 47,3% dan kas keliling 50,4%. **