Gading Development Incar Rp 420 Miliar Dari IPO

Kamis, 05/07/2012

NERACA

Jakarta - PT Gading Development mengincar dana segar Rp 420 miliar dari rencana melepas sekitar 4 miliar saham atau 39,98% dari modal ditempatkan dan disetor penuh melalui mekanisme penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam prospektusnya di Jakarta, Rabu kemarin. Disebutkan, saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp 100. Harga saham yang ditawarkan kepada masyarakat sebesar Rp 105 per unit.

Bersamaan dengan itu juga ditawarkan sebanyak dua miliar waran seri I yang menyertai saham biasa atas nama atau sebanyak 3,31% terhadap keseluruhan modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pada saat pernyataan pendaftaran penawaran umum disampaikan.

Waran seri I diberikan cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar penjatahan penawaran umum yang dilakukan penjamin pelaksana efek pada tanggal penjatahan.

Setiap pemegang dua saham baru perseroan berhak memperoleh satu waran seri I. Setiap satu waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel. Waran yang diterbitkan mempunyai jangka waktu pelaksanaan selama tiga tahun.

Waran seri I itu adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian saham biasa atas nama yang bernilai nominal Rp 100 setiap sahamnya dengan harga pelaksanaan Rp 105, yang dapat dilakukan selama masa berlakunya pelaksanaan, yaitu mulai 11 Januari 2013 hingga 16 Juli 2015.

Dalam pelaksanaan IPO ini, perseroan menunjuk PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter).Perseroan juga menunjuk beberapa penjamin efek yakni PT Bumiputera Capital Indonesia, PT Danasakti Securities, PT HD Capital Tbk, PT Lautandhana Securindo, PT Minna Padi Investama Tbk, PT Panca Global Securities Tbk, PT Reliance Securities, PT Woori Securities Tbk , dan PT Yulie Sekurindo Tbk.

Nantinya, dari hasil IPO ini akan digunakan sekitar Rp 95,874 miliar atau 23,97% sebagai pembayaran utang kepada Palazzo Properti Holding Ltd. (terafiliasi). Perseroan dengan Palazzo telah menyepakati settlement agreement di 31 Desember 2011 hingga periode jatuh tempo di 5 Desember 2012. Perjanjian ini bertujuan untuk investasi pada SAM yang merupakan entitas anak perseroan.

Selain itu, hasil IPO sekitar 32,5% atau Rp 130 miliar digunakan sebagai pembayaran kewajiban kepada PT AB Sinar Mas Multifinance, kemudian pembayaran kepada Bank Sinarmas sekitar Rp 13,51 miliar, serta Rp 50 miliar atau 12,5% sebagai pembayaran kewajiban kepada Bank Central Asia (BCA).

Alokasi dana penawaran saham Rp 50 miliar sebagai peningkatan modal di PT Gading Hotel & Resort, yang kemudian dipinjamankan kepada PT Graha Kirana Indonesia (GKI) sebagai biaya pembangunan Zes't Hotel di Cirebon. Sisanya sekitar 0,15% sebagai penambalan modal kerja perseroan dan 15% sebagai peningkatan modal di PT Swakarsa Adimanunggal (SAM).

Gading Development berharap aksi IPO ini bisa dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Juli mendatang. Gading Development akan menjadi emiten keenam yang akan mencatatkan sahamnya di BEI tahun ini.

Pada bulan yang sama, beberapa emiten yang dikabarkan akan mencatatkan sahamnya adalah PT Kobexindo Tractors Tbk pada 5 Juli, PT Toba Bara Sejahtera Tbk pada 6 Juli, PT MNC Sky Vision Tbk pada 9 Juli, PT Global Teleshop Tbk dan PT Tri Banyan Tirta Tbk pada 10 Juli, serta PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk pada 12 Juli 2012. (didi)