IHSG Masih Pertahankan Penguatan Kemarin

Kamis, 05/07/2012

NERACA

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu ditutup menguat 26,024 poin (0,64%) ke level 4.075,917. Sementara Indeks LQ45 menguat 4,675 poin (0,67%) ke level 700,333. Aksi ambil untung investor asing mampu membawa indeks BEI bertahan di zona hijau.

Analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengatakan, kenaikan IHSG didorong oleh naiknya saham berbasis komoditas seiring dengan reboundnya harga minyak yang disebabkan oleh meningkatnya tensi di Iran.

Selain itu, menurut dia, menguatnya harga batubara Newcastle juga menjadi katalis bagi reboundnya saham batubara. Oleh karena itu, IHSG kembali menguat seiring dengan harapan stimulus yang dilakukan oleh bank sentral negara global. "Data ekonomi global yang lemah terus membuat keyakinan pasar akan adanya stimulus semakin besar. Bank Sentral Eropa diperkirakan akan memotong suku bunga acuan ketika mereka melakukan pertemuan pada Kamis pekan ini," katanya di Jakarta, Rabu (4/7).

Meski demikian, lanjutnya, disisi lain tekanan jual terhadap indeks BEI akan mulai muncul. Bentuk "shooting star" indikasikan IHSG berpotensi reversal (pembalikan arah). Karena itu, indeks Kamis diproyeksikan akan bergerak menguat dengan pergerakan indeks di level 4.040-4.090 point.

Pada perdagangan kemarin, saham-saham konsumer sudah naik tinggi kini kena aksi ambil untung, begitu juga dengan saham-saham di sektor infrastruktur dan manufaktur. Sedangkan saham-saham komoditas menguat paling tinggi.

Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 594,385 miliar di pasar reguler dan negosiasi. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 132.213 kali pada volume 9,494 juta lot saham senilai Rp 5,711 triliun. Sebanyak 154 saham naik, sisanya 88 saham turun, dan 104 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya United Tractor (UNTR) naik Rp 1.200 ke Rp 23.500, Astra Agro (AALI) naik Rp 1.200 ke Rp 22.300, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 950 ke Rp 16.350, dan Indomobil (IMAS) naik Rp 450 ke Rp 7.900.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 1.550 ke Rp 22.700, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.500 ke Rp 61.500, Unilever (UNVR) turun Rp 700 ke Rp 24.050, dan Mandom (TCID) turun Rp 350 ke Rp 8.650.

Pada perdagangan sesi I, indeks BEI masih dizona hijau dan ditutup menguat 31,658 poin (0,78%) ke level 4.081,551. Sementara Indeks LQ45 bertambah 6,359 poin (0,91%) ke level 702,017.

Saham-saham unggulan masih terus dikoleksi investor, kecuali saham-saham finansial yang terkena aksi ambil untung. Investor asing dan lokal saling berlomba beli saham.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 66.548 kali pada volume 4,455 juta lot saham senilai Rp 2,828 triliun. Sebanyak 143 saham naik, sisanya 82 saham turun, dan 87 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya United Tractor (UNTR) naik Rp 1.000 ke Rp 23.300, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 750 ke Rp 63.750, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 750 ke Rp 16.150, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 700 ke Rp 21.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 23.650, Mandom (TCID) turun Rp 350 ke Rp 8.650, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 300 ke Rp 37.700, dan Nippon Indosari (ROTI) turun Rp 75 ke Rp 4.325.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka naik 9,98 poin atau 0,25% ke posisi 4.059,87. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,55 poin (0,37%) ke level 698,21, “Bursa Asia termasuk IHSG dibuka menguat memfaktorkan sentimen positif dari penguatan bursa global kemarin dan lonjakan harga komoditas," kata analis Samuel Sekuritas Christine Salim.

Christine Salim menambahkan, ekspektasi pasar akan adanya potensi langkah stimulus dari beberapa bank sentral di Eropa, AS dan China menjadi salah satu katalis positif bagi bursa saham global.

Sementara itu, Purwoko Sartono menambahkan, IHSG kembali menguat dipicu oleh spekulasi Bank Sentral China akan memotong kembali "reserve requirement" (Giro Wajib Minimum) untuk mendorong kredit di China.

Selain itu, data servis industri China bulan Juni juga tumbuh tertinggi sejak tiga bulan terakhir. Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 16,30 poin (0,08%) ke level 19.719,23, indeks Nikkei-225 naik 46,50 poin (0,51%) ke level 9.113,09 dan Straits Times menguat 8,34 poin (0,28%) ke level 2.953,67. (bani)