Kredit Macet Bank Nagari Capai 2,7%

NERACA

Padang---umlah kredit bermasalah yang dikategorikan sebagai kredit macet (Non Performing Loan) di PT Bank Pembangunan Daerah, Sumatera Barat, atau dikenal Bank Nagari mencapai sekitar 2,76%. "Jumlah itu masih jauh di bawah angka presentase NPL yang masih bisa ditolerir oleh Bank Indonesia yakni 5%," kata Direktur Utama Bank Nagari, Suryadi Asmi di Padang, Rabu.

Menurut Suryadi, pada 2012, Bank Nagari menargetkan dapat menagih sebesar Rp16 miliar kredit bermasalah itu. "Sedangkan tahun sebelumnya jumlah kredit bermasalah yang tertagih sekitar Rp14 miliar. Setiap tahunnya, selalu diupayakan jumlah kredit bermasalah bisa tertagih," tambahnya

Sementara itu, lanjut Suryadi, target pertumbuhan kredit Bank Nagari tahun 2012 diharapakan bertumbuh sebesar 20% atau sekitar Rp10,9 triliun, sedangkan pada posisi Juni 2012, angkanya sudah mencapai Rp10,2 triliun dengan suku bunga di kisaran 13%-14%.

Sedangkan untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) penyaluran sudah mencapai Rp680 miliar. "Dengan suku bunga untuk kredit di bawah Rp20 juta sebesar sembilan persen dan di atas itu sebesar 13%," jelasnya

Suryadi mengatakan, meskipun tingkat kredit macet Bank Nagari masih jauh di bawah toleransi Bank Indonesia, namun bank daerah Sumbar ini tetap mewaspadai agar jumlah kredit bermasalah tersebut tidak terus bertambah. "Salah satu jalan yang ditempuh untuk meminimalisir kredit bermasalah tersebut, adalah dengan melakukan kerja sama dengan Kejati Sumbar," paparnya

Kerja sama ini guna menangani nasabah yang dalam segi finansial mempunyai kemampuan, namun memungkiri janjinya untuk membayar pinjaman. "Menangani nasabah yang nakal seperti itulah kami perlu meminta bantuan dari Kajati Sumbar selaku pengacara negara," imbuhnya. **

BERITA TERKAIT

Bank Mandiri Perkuat Penyaluran KUR

  NERACA   Bandung - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus mendorong ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR)…

BI: CAD Triwulan III-2018 Capai 3,37% PDB - MENKEU IMBAU MASYARAKAT KURANGI KEGIATAN KE LUAR NEGERI

Jakarta-Bank Indonesia mengungkapkan, defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit-CAD) pada triwulan III-2018 mencapai US$8,8 miliar atau 3,37% terhadap PDB,…

Investor Pasar Modal di Kalsel Capai 22,26%

Direktur Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 9 Kalimantan, M Nurdin Subandi mengatakan, jumlah investor pasar modal di Kalimantan Selatan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

OJK "Lepas Tangan" Bunga P2P Lending

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa regulator tidak mengatur secara spesifik besaran bunga…

Generasi Milenial Potensial Pasar Asuransi

    NERACA   Jakarta - Perusahaan asuransi dan manajemen aset AXA Indonesia (AXA Group) menyatakan generasi milenial (penduduk Indonesia…

The Fed akan Naikkan Bunga Bertahap

      NERACA   Jakarta - Bank Sentral Amerika Serikat (AS) akan terus menaikkan suku bunga secara bertahap. Hal…