Petualangan Kuliner di Festival Rakyat

Mencicipi Jajanan Tradisional Tanpa Harus Kocek Tebal

Sabtu, 07/07/2012

Sulit menemukan jajanan tradisional di suatu daerah dan bahkan terbilang langka? Coba anda berkunjung ke Indofood Festival Pilihan Rakyat.

NERACA

Di sana anda akan mudah menemukan jajanan tradisional yang sudah merakyat hingga disuguhi festival band ternama untuk memanjakan pengunjung agar lebih betah dan berlama dalam event tersebut.

Namanya festival pilihan rakyat, maka yang disuguhi sesuatu yang merakyat dan ciri khas suatu daerah. Acara tahunan yang disponsori PT Indofood Sukes Makmur Tbk juga menjadi ajang para kuliner Nusantara menunjukkan kehebatan dan kelezatannya.

Indonesia tidak hanya kaya akan sumber daya alam. Namun juga kuliner nusantara, karena setiap daerah punya ciri khas masakan dan sajian istimewa. Bayangkan saja, bila setiap daerah mempunyai ciri khas masakan yang berbeda dengan daerah lain. Maka perlu waktu lama dalam mengeksplore untuk di satu daerah saja.

Kekayaan kuliner Indonesia tidak bisa lepas dari nilai filosofi budaya daerah setempat, karena kekayaan kuliner nusantara merupakan resep pusaka warisan nenek moyang (heritage) secara turun temurun. Namun kini seiring perkembangan zaman, ragam kuliner nusantara mulai pudar diserbu masakan siap saji asal negara barat sehingga mengubah selera generasi masyarakat muda saat ini yang lebih menggandrungi makanan cepat saji.

Tidak hanya itu, regulasi yang tidak berpihak juga menjadi kesulitan kuliner lokal sulit berkembang dan maju. Karena bagaimanapun, keberpihakan pemerintah, masyarakat dan stakeholder menjadi kunci penting keberlangsungan kuliner tradisional.

Mungkin saat ini, bisa dihitung dengan jari jumlah jajanan tradisional yang masih bertahan ditengah gempuran jajanan impor dari luar negeri. Tidak heran, bila saat ini sulit menjumpai jajanan kuliner nusantara atau masakan tradisional di ibu kota . Bila demikian, warisan kuliner nusantara kini bukan lagi di ujung tanduk tetapi akan hilang begitu saja karena dilupakan masyarakat ditengah persaingan dan serbuan impor masakan siap saji asal negara luar.

Proteksi dan Sosialisasi

Ahli makanan tradisional dari Pusat Kajian Makanan Tradisional Universitas Gajah Mada (UGM) Dr Murdijati Gardjit pernah bilang, masakan tradisional berbahan baku lokal lambat laun terancam punah, karena lemahnya sosialiasi dan proteksi pemerintah. “Dengan banyaknya bermunculan makanan modern atau cepat saji, makanan tradisional terancam punah jika tidak ada proteksi dan dimulai dari dapur kita sendiri,”katanya.

Menurutnya, menjamurnya makanan cepat saji menyebabkan makanan tradisional berbahan baku lokal dilupakan. Oleh karena itu, dia menyerukan mulai dari dapur sendiri menghidupkan kuliner nusantara. Artinya setiap keluarga memasak sendiri makanan yang akan disajikan. Karena itu, kata Murdijati, salah satu faktor penyebab tepuruknya makanan tradisional adalah kebiasaan masyarakat sekarang yang memilih jalan pintas jajan di restoran atau warung makan ketimbang menyalakan api dapurnya sendiri.

Selain proteksi, dia menilai perlu pula dilakukan sosialisasi. Semua elemen baik masyarakat, asosiasi jasa boga dan pemerintah harus ikut aktif mensosialisasikan makanan tradisional berbahan baku lokal. Sebagai langkah kongkrit, PT Indoofood Sukses Makmur Tbk mempunyai kepentingan besar bagaimana menjaga kelestarian jajanan tradisional dan memasyarakatkan masyarakat akan kuliner nusantara dengan Indofood Festival Pilihan Rakyat.

Pada acara tersebut banyak menyuguhi makanan khas nusantara dari berbagai daerah. Konon melalui kuliner dinilai menjadi sarana paling mudah untuk mempertemukan dan menyatukan teman, keluarga, sahabat.

General Manager PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Stefanus Indrayana mengatakan, festival kuliner menjadi wadah untuk memberikan ruang bagi pelaku kuliner untuk mengapresiasikan kehebatan menu unggulan disetiap daerah. Tidak hanya itu, acara ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kecintaan kuliner nusantara bagi generasi muda melalui wisata kuliner nusantara dan media berbagi informasi resep spesial masakan setiap daerah.

Agar Tidak Diklaim

Selanjutnya, Stefanus menegaskan, dengan acara ini berharap bisa mengangkat kuliner nusantara yang belum popular secara nasional dan juga menyelamatkan warisan budaya agar tidak diklaim oleh negara lain.

Acara Indofood Festival Pilihan Rakyat ini digelar di dua kota Malang dan Bandung . Kota Malang menjadi pilihan karena di kota ini juga memiliki banyak kuliner popular dan begitu juga halnya di Bandung.

Di Malang hadir 35 stand dengan berbagai jenis makanan khas Indonesia . Meskipun festival kuliner digelar selama dua hari ternyata cukup memberikan kepuasan bagi masyarakat akan kelezatan masakan dalam negeri, mulai dari Bakso, Ceker Setan, Lumpia Tugu, Mie Setan, Bakso Bakar, Mie Soto Koya serta Mie Goreng Rendang untuk mengangkat potensi kuliner Sumatra Barat. “Produk itu terbukti digemari masyarakat, ini menunjukkan masyarakat sangat menggemari kuliner lokal,”ungkapnya.

Lalu di Bandung ada 50 stan kuliner lezat yang tersohor berkumpul jadi satu, sebut saja Iga Bakar Si Jangkung yang menawarkan hidangan iga bakar kambing, iga bakar sapi, dan krengseng sapi. Kemudian ada lagi Ayam Bakar Madu Berkat berisi Nasi Liwet, Tahu dan Tempe Bacem, Lalapan, serta Sambal.

Masih banyak lagi jajanan kuliner khas Bandung seperti Kambing Soen, Nasi Gorena Aep, Kupat Tahu Gempol, Bubur Ayam Jaenal, Warung Boentoet, Gado-Gado Tengku Angkasa, Nasi Uduk Rajiman, Rujak Ulek Mang Yaya, Es Duren Sakinah dan banyak lagi.

Melalui cara Festival Pilihan Rakyat ini, masyarakat makin mudah menikmati sensasi sejuta selera tanpa jajanan tradisional. Tidak hanya itu, event tahunan ini bisa mengenalkan lebih luas ke masyarakat akan jajanan tradisional dan juga memberdayakan usaha kecil dan menengah agar bisa bersaing di tingkat global dan memberikan kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia . (bani)