Pengerjaaan Fisik Rel Ganda Capai 20%

NERACA

Semarang---Proyek jalur ganda (double track) kereta api Jakarta-Surabaya sampai saat ini secara fisik sudah tercapai 20%. Bahkan sudah melebihi target. “Capaiannya (proyek jalur ganda, red.) secara fisik sudah 20%, melebihi target yang hanya 16 persen. Kami optimistis pengerjaannya akan selesai tepat waktu," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tunjung Inderawan di Semarang,3/7.

Menurut Tunjung, pengerjaan proyek jalur ganda KA sampai saat ini terus menunjukkan perkembangan berarti, tetapi pihaknya terus melakukan pengawasan agar pengerjaan mega proyek yang menelan Rp9,3 triliun itu selesai tepat waktu.

Untuk pembebasan lahan, kata Tunjung lagi, sampai saat ini sudah terealisasi sekitar 20%, sisanya masih dalam proses pembayaran, sementara penertiban lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) sekarang ini sudah 10%.

Dikatakan Tunjung, pengerjaan proyek jalur ganda KA di wilayah Jawa Tengah termasuk yang mengalami kemajuan cukup tinggi, seperti di Pekalongan dan Semarang yang berdasarkan pantauan banyak yang sudah mulai pengerjaan fisik.

Berkaitan dengan proses pembebasan lahan, ia mengatakan pengerjaan fisik jalur ganda KA tetap berjalan seiring dengan langkah pembebasan lahan, apalagi saat ini rata-rata sudah dalam proses pembayaran ganti untung. "Kami melihat pengerjaan proyek jalur ganda sejauh ini sudah berjalan tepat waktu. Kami optimistis jalur ganda KA ini akan selesai sesuai target akhir 2013," ungkapnya.

Sementara itu, Vice President Signaling & Telecommunications PT KAI, Ira Nevasa merasa optimis realisasi PT KAI mengoperasikan kereta super cepat Jakarta-Surabaya dengan jalur kereta. Alasanya Jalur rel Jakarta-Surabaya saat ini masih berkelok sehingga tak memenuhi syarat dilewati kereta super cepat.

Menurut Nevasa, walaupun akan dibuat rel ganda,selagi jalur rel masih berkelol tidak mungkin ada kereta api super cepat Jakarta-Surabaya. "Akan ada kereta api super cepat jika doubel track selesai? Tidak mungkin, karena jalur double track tidak mungkin digunakan untuk kereta api super cepat" ujarnya

Dikatakan Nevasa, pasalnya jalur kereta api cepat tidak mungkin menggunakan jalur yang berbelok-belok seperti jalur double track yang sedang dikerjakan saat ini. "Kereta api super cepat harus menggunakan jalur yang lurus, beloknya pun jalurnya tidak boleh terlalu tajam. Jadi tidak bisa pakai jalur ganda yang dibangun saat ini. Kalau pun mau kereta api super cept harus buat jalur sendiri," katanya.

Satu-satunya jalan adalah membangun rel baru yang benar-benar lurus, namun membangun rel baru bukan perkara mudah karen soal pembebasan lahan. "Apalagi harus bangun jalur sendiri, kita yang proyek double track saja setengah mati melakukan pembebasan lahan," ujarnya.

Selain itu kata Nevasa, jika ingin ada kereta api super cepat, memerlukan biaya yang luar biasa besar, serta teknologi yang sangat moderen dan canggih. "Karen dua faktor yang sulit diatas, seperti kalau dari KAI mau bangun kereta api super cepat tidak bisa, bukan di kami lah, tapi kalau memang mau ada, itu negara yang bangun seperti di China," tegasnya. **cahyo

Related posts