BEI Akui Tren Saham Masuk UMA Meningkat Tajam

NERACA

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakui sepanjang semester pertama 2012, jumlah saham yang masuk dalam pengawasan BEI atau unusual market activity (UMA) meningkat menjadi 40 saham ditambah satu waran, dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni 36 saham ditambah dua waran.

Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan, saham masuk UMA bertambah karena banyak saham naik yang tidak sesuai dengan pola normal. Kendatipun demikian, hal tersebut belum tentu ada pelanggaran, “Saham masuk UMA sebagai bentuk peringatan untuk para investor. UMA tersebut diumumkan bila BEI melihat hal-hal yang harus diwaspadai oleh investor terhadap saham-saham tertentu,”katanya di Jakarta, Selasa (3/7).

Menurut analis PT Batavia Prosperindo Sekuritas Billy Budiman, banyak fund manager yang mengejar target return dengan memakai saham-saham lapis ketiga. Fund manager memperkirakan outlook ekonomi kurang tidak begitu baik sehingga tidak memungkinan mendapatkan return bagus dari saham-saham blue chip.

Hal senada juga pernah disampaikan Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Uriep Budhi Prasetyo, dimana tren pelaporan transaksi saham yang masuk dalam pengawasan BEI atau disebut UMA mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Namun sebaliknya hasil pemeriksaan yang terindikasi pelanggaran naik signifikan.

Kata Uriep, pengawasan terhadap saham-saham yang bergerak diluar kewajaran sudah dilakukan sesuai prosedur hingga eksekusinya,”Kondisi ini sulit dilakukan menekan transaksi saham yang masuk dalam UMA, malah sebaliknya mengalami tren naik yang dilakukan investor,”tandasnya.

Menurutnya, kondisi ini sangat kental dipengaruhi aksi para spekulan terhadap maraknya transaksi tinggi terhadap saham yang masuk dalam pengawasan BEI. Hal ini merupakan kejanggalan dari investor yang seharusnya bisa menjauhi transaksi saham yang dalam pengawasan BEI, malah marak dilakukan.

Kendatipun demikian, kata Uriep pihaknya sudah memberikan sanksi berupa suspensi hingga pembelokiran rekening nasabah yang terindikasi terhadap transaksi dan pola transaksinya, “Kewenangan memberikan sanksi sepenuhnya berada di tangan Bapepam-LK, BEI hanya memberikan edukasi pada investor terhadap saham UMA,”tuturnya.

Asal tahu saja, berdasarkan catatan ada sekitar 40 saham dan satu waran yang masuk UMA hingga semester pertama 2012 dibandingkan semester pertama pertama 2011 ada 36 emiten dan dua waran.

Selain itu, pada semester pertama 2012, ada lima emiten yang dua kali masuk UMA antara lain saham PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), saham PT Yulie Securindo Tbk (YULE), saham PT Smartfren Tbk (FREN), saham PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA), dan saham MYOH.

Sekedar informasi, unusual market activity (UMA) adalah aktifitas perdagangan dan atau pergerakan harga suatu efek yang tidak biasa pada suatu kurun waktu tertentu di bursa yang menurut penilaian bursa dapat berpotensi menganggu terselenggaranya perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien. Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran di bidang pasar modal. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Gagas Desa Nabung Saham di Lampung

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung menggagas Desa Nabung Saham untuk mendorong agar masyarakat memiliki penghasilan tambahan.”Sudah ada satu…

BEI Targetkan 2000 Investor di Papua Barat

NERACA Monokwari - Penetrasi pasar modal lebih luas lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan peningkatan 2.000 investor dari Provinsi…

Lagi, BEI Buka Galeri Investasi di Manado - Tumbuhkan Minat Investasi

NERACA Manado – Gejot jumlah investor lokal, khususnya membidik investor potensial dari kalangan mahasiswa, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Minat Asuransi Meningkat - Zurich Buka Agen di Yogyakarta dan Jateng

NERACA Yogyakarta -Perluas penetrasi pasar asuransi di dalam negeri, perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia Zurich membuka kantor keagenan keduanya…

Nusantara Infrastructure Bagikan Dividen

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan kinerja keuangan yang positif, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) berencana untuk memberikan deviden kepada para…

Metrodata Tuntaskan Merger Anak Usaha

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) merampung merger dua entitas bisnis anak usahanya yakni PT Logicalis Metrodata Indonesia (LMI) dengan PT…