ABMM Konversi Utang Anak Usaha Jadi Saham - Perkuat Struktur Modal

NERACA

Jakarta - Perusahaan energi terintegerasi PT ABM Investama Tbk (ABMM) memberikan fasilitas pinjaman kepada anak usaha perseroan yang totalnya mencapai Rp558,68 miliar yang dikonversikan menjadi saham pada anak perusahaan.

Menurut Direktur ABMM, Syahnan Poerba, konversi utang menjadi saham dilakukan untuk memperbaiki struktur permodalan di anak perusahaan. Hal itu dilakukan agar permodalan di anak usaha menjadi lebih kuat dengan melakukan konversi atas seluruh ataupun sebagian dari pinjaman pemegang saham menjadi tambahan setoran modal.

"Dengan struktur permodalan yang lebih kuat dan sehat diharapkan dapat memperluas peluang bagi anak usaha untuk melakukan ekspansi usaha," ujar Syahnan, melalui keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (3/7).

Transaksi tersebut, kata Syahnan, telah disetujui melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) yang dilakukan pada 29 Juni 2012 lalu. Saat ini, konversi utang menjadi saham tersebut masih dalam proses pendaftaran Menteri Hukum dan HAM.

Adapun transaksi konversi utang menjadi saham tersebut dilakukan perseroan dengan PT Resawara Minegi Hartama (Reswara), PT Cipta Krida Bahari (CKB), PT Sanggaran Sarana Baja (SSB), dan PT Sumberdaya Sewatama (SS).

Transaksi antara perseroan dan SSB dengan nilai transaksi mencapai Rp100 miliar merupakan konversi seluruh utang menjadi saham dan tambahan penyertaan saham oleh ABMM di SSB.

Sementara SSB adalah anak perusahaan dengan jumlah kepemilikan saham sebelum transaksi sebesar 99,95%. Kedua, transaksi konversi sebagian hutang menjadi saham antara ABMM dan CKB dengan nilai transaksi mencapai Rp50 miliar dari total pinjaman sebesar Rp108,38 miliar.

Ketiga, transaksi konversi sebagian utang menjadi saham antara perseroan dengan Reswara senilai Rp358,68 miliar dari total pinjaman sebesar Rp806,41 miliar. Keempat, transaksi konversi sebagian utang menjadi saham antara perseroan dan SS senilai Rp50 miliar dari total pinjaman senilai Rp185,32 miliar.

Sebagai informasi, ABMM telah menggunakan dana hasil IPO sebesar Rp1,48 triliun yang dialokasikan untuk pembiayaan ekspansi usaha 70%, pengembalian pinjaman 24%, dan sisanya akan digunakan sebagai modal kerja.

Direktur Keuangan ABMM, Willy Adipradhana pernah bilang, untuk menopang target tersebut, pihaknya telah menganggarkan belanja modal sebesar US$335 juta di tahun ini.

“Dana tersebut bersumber dari kas internal sebanyak 30%, dan sisanya 70% dari pinjaman perbankan, sehingga retained earning yang kami lakukan saat ini akan memperkuat struktur permodalan dan meringankan beban perusahaan dalam mencari pinjaman," kata dia di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Belanja modal tersebut, lanjut Willy, akan digunakan perseroan untuk membiayai operasional anak perusahaan. Pertambangan batu bara tahun ini dianggarkan mendapat dana US$62 juta, unit usaha kontraktor pertambangan sekitar US$119 juta, jasa solusi kelistrikan US$62 juta, dan unit logistik terintegrasi US$73 juta, serta engineering services sebesar US$19 juta. [ardi]

BERITA TERKAIT

Pemerintah Tidak Terbuka Dengan Utang - Oleh : Edy Mulyadi Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Ngutang lagi. Kali ini berjumlah US$4 miliar dalam bentuk penerbitan global bond. Ada tiga seri global bond yang diterbitkan, masing-masing bertenor…

Telkomsel Berbagi Bersama 1200 Anak Yatim

Menyambut Natal 2017, Telkomsel wilayah operasional area Jabotabek Jabar menggelar rangkaian sejumlah kegiatan kepedulian dengan tema “Saatnya Berbagi dan Melayani”…

Indomilk Bantu Sarana Inspirasi di 50 Sekolah - Ajak Anak Indonesia Berprestasi

Menggali potensi yang dimiliki para siswa berprestasi di Indonesia agar bisa unjuk gigi di mata dunia, PT Indolakto, anak perusahaan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pelindo III Cari Modal di Pasar US$ 1 Miliar

Guna mendanai ekspansi bisnisnya lebih agresif lagi, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III berencana menggalang dana dari pasar modal pada 2018…

Lagi, LPPF Buka Gerai Baru di Surabaya

Perluas penetrasi pasar, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) membuka gerai baru berkonsep specialty store kedua di Pakuwon Mall Surabaya.…

Jasa Armada Pangkas Jumlah IPO Jadi 20%

Pilih cara aman atau konservatif agar saham IPO terserap di pasar, PT Jasa Armada Indonesia menurunkan jumlah saham yang di…