Terhambat Soal Dana, Jual Beli Saham Astrindo Kembali Molor

NERACA

Jakarta - PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) kembali memperpanjang perjanjian pengikatan jual beli saham (PPJB) dengan PT Indokreasi Nuansa Sejahtera untuk pembelian saham PT Astrindo Mahakarya Indonesia (AMI).

"Para pihak telah sepakat dan telah mendatangani amandement PPJB pada tanggal 29 Juni 2012 untuk memperpanjang tanggal pemenuhan persyaratan pendahuluan dalam PPJB dari yang sebelumnya tanggal 30 Juni 2012 menjadi tanggal 30 September 2012," kata Direktur Utama BIPI M Suluhuddin Noor dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (3/7).

Menurutnya, perpanjangan PPJB ini untuk kedua kalinya. Pertama, batas waktu PPJB ini jatuh pada 30 Maret, lalu dilakukan perpanjangan hingga 30 Juni. Dan sekarang, PPJB itu diperpanjang lagi menjadi 30 September.

BIPI telah lakukan penandatanganan PPJB saham alias Conditional Sales and Purchase Agreement untuk mengakuisisi AMI pada 19 Desember 2011 lalu. Nilai akuisisi itu diperkirakan mencapai US$600 juta.

Direktur dan Chief Financial Officer BIPI Michael Wong sempat mengatakan perpanjangan waktu tersebut disebabkan karena belum ada perbankan yang mau mendanai akuisisi tersebut. Dia menegaskan perseroan tidak akan melakukan pinjaman ke PT Indo Tambang Perkasa, yang merupakan induk Benakat. Padahal sebelumnya BIPI pernah meminjam dana dari Indo Tambang Perkasa untuk mengakuisisi sekitar 34% saham di PT ELnusa Tbk (ELSA).

Revisi Target

Kemudian molornya rencana akuisisi yang dilakukan PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) ternyata berpengaruh pada target pendapatan dan laba bersih perusahaan tahun ini."Dengan akuisisi yang jadi di kuartal III ini, memang akan menyebabkan perubahan target pendapatan," kata Direktur BIPI Firlie Ganinduto.

Padahal, jika akuisisi selesai dilakukan pada Maret lalu, BIPI memprediksi laba bersih perusahaan pada akhir 2012 bisa mencapai US$110 juta. Nah, dengan molornya akuisisi ini, maka target tersebut tampaknya sulit dikejar oleh perusahaan migas terintergrasi ini. Jika tanpa akuisisi AMI, Benakat menyebutkan, target laba bersih hanya berkisar US$25 juta hingga US$30 juta."Kami tetap yakin tahun ini bisa memperoleh laba bersih. Sebab, kami juga melakukan pengeboran minyak di Benakat dan Patina. Mudah-mudahan minyaknya cukup signifikan," tambah Firlie.

Namun sayangnya, dia belum mau mengungkapkan berapa penurunan target laba bersih dengan mundurnya rencana akuisisi ini. "Lumayan signifikan. Tapi setelah selesai akuisisi langsung bisa berkontribusi bagi perusahaan. Memang tidak sebesar yang kami ungkapkan sebelumnya," jelasnya.

Sebelumnya, manajemen BIPI pun membantah rumor yang beredar bahwa mundurnya realisasi akuisisi ini akibat ketidaksediaan dana. Pasalnya, perseroan menyebutkan dananya sudah ada, tetapi hanya tinggal penyelesaian legalnya yang belum rapi.

BIPI mengaku sudah mendapat pinjaman dari perbankan asing. Tapi yang jelas, BIPI tidak akan menggadaikan kepemilikan sahamnya di PT Elnusa Tbk (ELSA) untuk mendapatkan pinjaman tersebut. (didi)

BERITA TERKAIT

Geliatkan Transaksi Pasar ETF - BEI Berikan Insentif Hapus Biaya Transaksi

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan pasar exchange traded fund (ETF), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berbenah melakukan pembangunan infrastruktur,…

Pertebal Likuiditas - Adhi Karya Rencanakan Rights Issue dan PMN

NERACA Jakarta – Geliatnya pembangunan infrastruktur yang tengah di bangun pemerintah memacu PT Adhi Karya (Perseo) Tbk (ADHI) untuk mengembangkan…

Maybank Indonesia Cetak Laba Rp 1,8 Triliun

NERACA Jakarta – Pendapatan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) sepanjang tahun 2019 kemarin tumbuh 3,7% menjadi Rp10,8 triliun,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Gelar TTI Business Forum - Krista-Hippindo Promosikan Investasi ke Ratusan Investor

Krista Exhibitions bersama Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) kembali menyelenggarakan Trade, Tourism & Invesment Business Forum (TTI) 2020. Forum…

Bank BUMN Mulai Bagikan Dividen Jumbo

NERACA Jakarta – Musim dividen akan segera dinikmati para investor seiring dengan beberapa emiten yang mencatatkan kinerja keuangan sepanjang tahun…

Sikapi Harga Saham Anjlok - Totalindo Berikan Klarifikasi Ke Investor

NERACA Jakarta –Memenuhi panggilan dan permintaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyikapi penurunan harga saham di luar kewajaran, manajemen PT…