Dana IPO Bank Jatim Capai Rp 1,3 Triliun

NERACA

Surabaya – Mengklaim mengalami kelebihan permintaan atau oversubcribe pada penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO), menjadi kenyakinan bagi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (BPD Jatim) bisa memperoleh dana segar sekitar Rp 1,3 triliun dalam pelepasan saham ke public sebanyak 2,983 miliar saham. Capaian ini melebih dari target awal hanya sekitar Rp 1 triliun.

Direktur Utama PT Bank Jatim Hadi Sukrianto mengatakan, saham perdana perusahaan akan dijual kepada publik dengan harga penawaran sebesar Rp430,00 per lembar saham, “Harga sebesar Rp430,00 itu didasarkan hasil 'road show' yang kami lakukan di Surabaya, Jakarta, Hong Kong, Singapura, dan Kuala Lumpur (Malaysia) pada pekan lalu," katanya di Surabaya, Selasa (3/7).

Menurutnya, selama masa sosialisasi, pihaknya sempat berharap harga saham yang akan dilepas bisa lebih tinggi, tetapi permintaan dari calon investor menghendaki harga terendah. Harga saham sebesar itu merupakan nilai batas bawah dari rencana awal penawaran yang berkisar Rp430-Rp670 per lembar saham. "Memang cukup murah sehingga minat investor lokal maupun asing untuk membeli saham Bank Jatim cukup besar, bahkan mengalami kelebihan permintaan hingga 1,5 kali," ungkapnya

Dalam pelaksanaan IPO ini, Bank Jatim mempercayakan penjamin emisi PT Mandiri Sekuritas dan PT Bahana Sekuritas. Nantinya, sekitar 80% dana dari hasil IPO digunakan untuk ekspansi kredit, 10% untuk pengembangan teknologi informasi dan 10% lainnya untuk perluasan jaringan.

Branch Manager PT Bahana Sekuritas Yohanes Adi Handoko mengemukakan sekitar 70% saham Bank Jatim dialokasikan untuk institusi lokal dan asing, sedangkan 30% sisanya retail, “Dari 70% jatah institusi tersebut, lebih dari 85% merupakan investor lokal dan 15% investor asing. Institusi yang berminat, antara lain perusahaan aset menajemen dan dana pensiun milik beberapa perusahaan,"paparnya.

Dengan lebih memprioritaskan institusi atau investor jangka panjang, Yohanes berharap harga saham Bank Jatim di lantai bursa akan tetap terjaga, bahkan lebih meningkat dari penawaran awal.

Sesuai jadwal, rencananya pada tanggal 9 Juli, dilakukan penjatahan saham dan diakhiri dengan pencatatan secara resmi saham Bank Jatim dengan kode BJTM di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 11 Juli. (bani)

BERITA TERKAIT

Defisit APBN Capai Rp102 Triliun

    NERACA   Jakarta - Kementerian Keuangan mencatat defisit APBN hingga 31 Maret 2019 mencapai Rp102 triliun atau 0,63…

Realisasi Kontrak Baru ADHI Capai 8,57%

NERACA Jakarta – Per Maret 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) merealisasikan kontrak baru senilai Rp3 triliun atau 8,57%…

Menko Polhukam - Partisipasi Pemilih Pemilu Capai 80,90 Persen

Wiranto Menko Polhukam Partisipasi Pemilih Pemilu Capai 80,90 Persen  Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rugi Mustika Ratu Membengkak 71,21%

Performance kinerja keuangan PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) belum membuahkan hasil. Pasalnya, perseroan masih membukukan rugi yang dapat diatribusikan kepada…

Pefindo Sematkan Rating A- Adhi Karya

Melesatnya pencapaian kinerja keuangan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) belum membawa pengaruhi positif terhadap rating perseroan. Sebaliknya, PT Pemeringkat…

Acset Bukukan Rugi Bersih Rp 90,69 Miliar

NERACA Jakarta - PT Acset Indonusa Tbk (ACST) mencatatkan rugi bersih di kuartal pertama 2018 sebesar Rp90,69 miliar, berbalik dibandingkan…