ICD Siapkan US$600 Juta untuk Ketahanan Pangan

Sabtu, 07/07/2012

NERACA

Divisi Pengelolaan Aset Korporasi Islam untuk Pengembangan Sektor Swasta (ICD) meluncurkan Dana Pangan dan Agribisnis sebesar US$600.

Dana tersebut merupakan kemitraan strategis antara ICD dan sebuah tim manajemen ahli, dengan Robeco - anak perusahaan dari Rabobank Belanda, sebagai konsultan penasihat. Dana ini bertujuan untuk mempromosikan arus investasi strategis dan keahlian ke dalam sektor pangan dan pertanian di negara-negara Islam.

Dana ICD akan memecahkan masalah kekhawatiran keamanan pangan yang kian meningkat dengan memanfaatkan potensi yang sebagian besar belum dieksploitasi secara maksimal untuk meningkatan produksi dan pasokan pangan.

Menurut Direktur Divisi Pengelolaan Asset Korporasi Islam untuk Pengembangan Sektor Swasta (ICD) Farid Masood, investasi dalam berbagai inisiatif strategis dan komersial yang berkelanjutan di seluruh rantai nilai pangan & pertanian.

”Peluncuran dana ICD datang pada waktu yang tepat,” katanya..

Dia mengatakan, kekurangan pangan baru-baru ini belum pernah terjadi sebelumnya dan kenaikan harga telah mencuatkan masalah keamanan pasokan makanan ke lini depan permasalahan yang patut mendapat perhatian internasional.

”Masalah ini akan lebih parah bagi berbagai negara Islam yang beriklim kering dan/atau memiliki sektor pangan dan pertanian yang belum berkembang dengan baik,” katanya.

Di bawah pembinaan ICD, katanya, pendanaan diatur untuk menggalang US$ 600 juta dari investor pemerintah, multilateral dan kelembagaan di negara-negara Islam dan negara-negara lain di luar itu.

Menurut dia, konsep dana dan kemampuan diakui secara luas dan dana tersebut telah mendapat perhatian kuat dari beberapa investor sasaran.

Dana Pangan dan Agribisnis ICD akan melakukan investasi penyertaan modal (private equity investment) bermitra dengan sektor swasta, guna menghasilkan multiplier effect pada modal dana dan akan dapat beroperasi ketika Dana ICD telah mencapai US$350 juta , yang diperkirakan akan terkumpul pada akhir tahun.

CEO ICD Khalid Al-Aboodi, mengatakan dana ini merupakan kemitraan publik-swasta yang pertama dengan karakter dan ukuran sebesar ini yang bertujuan untuk mengatasi inefisiensi dan pemborosan yang dihadapi sektor pangan dan pertanian di seluruh negara anggota. Langkah yang ditempuh adalah dengan meningkatkan produksi pangan, pasokan dan perdagangan regional, investasi-investasi dana juga akan mengarah pada penciptaan lapangan pekerjaan, alih teknologi, promosi praktik berkelanjutan dan pengentasan kemiskinan.

”Dana Pangan dan Agribisnis ini secara signifikan mendapatkan manfaat dari segi kedudukan ICD dan sumber daya di negara-negara Islam," katanya.

Komitmen Robeco terhadap investasi berkelanjutan di berbagai sektor seperti air, iklim energi, dan pertanian, adalah bagian dari filosofi perusahaan. Pada konferensi internasional mengenai "Investasi yang Bertanggung jawab di Bidang Pangan & Agribisnis" di Noordwijk, Graham Elliot, CEO Timur Tengah Robeco mengatakan, sangat senang ditunjuk menjadi penasihat ICD Food & Agribusiness Fund, dan melalui pengalaman Robeco, jejaring dan penelitian Rabobank dan jejak global, mendukung pembangunan yang berkesinambungan di sektor pangan dan pertanian di Dunia Islam.

”Kami melihat peluang investasi besar di kawasan ini yang terus bergulir,” kata Graham. (agus)