Jual Tanah, Indofood Raup Dana US$ 10,25 Juta

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) meraup dana US$ 10,25 juta, hasil penjualan sebidang tanah di Purwakarta kepada PT Indomobil Trada Nasional. Untuk kepentingan tersebut, perseroan telah menandatangani perjanjian pengikatan jual beli dengan Indomobil, akhir pekan lalu.

Sekretaris Perusahaan INDF Werianty Setiawan mengatakan, transaksi dilansungkan dengan harga yang disepakati yakni US$ 80 per meter persegi. "Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi mengingat saham IMAS juga dimiliki oleh Anthoni Salim yang merupakan Direktur Utama Indofood,"katanya di Jakarta kemarin.

Disebutkan, kesepakatan tersebut terkait penjualan tanah hak guna bangunan (HGB) dalam kondisi belum siap pakai atau raw land seluas 128.187 meter persegi. Kata Werianty Setiawan, transaksi dilansungkan dengan harga yang disepakati yakni US$ 80 per meter persegi. "Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi mengingat saham IMAS juga dimiliki oleh Anthoni Salim yang merupakan Direktur Utama Indofood," ujar.

Untuk transaksi tersebut, Indofood telah mengantongi US$ 1,02 juta dari Indomobil sebagai uang muka pembelian saat penandatanganan perjanjian. Adapun sisanya akan dibayar dalam satu bulan setelah ditandatanganinya surat perjanjian tersebut.

Dia menjelaskan, penjualan tersebut dilakukan mengingat tanah yang akan dialihkan merupakan aset yang tidak terpakai atau idle asset dan perusahaan juga belum memiliki rencana pasti untuk penggunaan aset tersebut. Tahun ini, Indofood menyiapkan ekspansi besar-besaran, dengan alokasi belanja modal Rp 6,4 triliun. Dana itu akan digunakan untuk ekspansi anak-anak usaha perseroan.

Selain dari kas internal, kebutuhan belanja modal juga akan ditutup dari hasil operasional. Hingga kuartal I 2012, Indofood memiliki kas dan setara kas sekitar Rp 14,21 triliun. Pada kuartal I lalu, Indofood mencatat penjualan bersih Rp 11,83 triliun. Sedangkan capaian laba naik 10,8% menjadi Rp 815 miliar.

Tahun 2011 lalu, perseroan membukukan kenaikan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar 4,2% menjadi Rp 3,08 triliun atau setara Rp350 per saham. Pada 2010, laba bersih perseroan tercatat Rp 2,07 triliun atau Rp 336 per saham. Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh kenaikan penjualan bersih konsolidasi sebesar 18% menjadi Rp 45,33 triliun dari tahun sebelumnya Rp 38,40 triliun. (didi)

BERITA TERKAIT

PTBA Raup Laba Bersih Rp 2,63 Triliun - Buah Hasil Efisiensi

NERACA Jakarta – Kerja keras PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menekan efisiensi, berbuah manis. Pasalnya, perusahaan batubara plat merah ini…

Barito Targetkan Akuisisi Star Energy di 2018 - Siapkan Dana US$ 800 Juta

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama tahun 2018, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menargetkan akuisisi Star Energy Group bisa rampung.…

BNP Paribas Bidik Dana Kelola Rp 31 Triliun

Maraknya perusahaan manajer investasi mengeluarkan produk investasi dalam menghimpun dana masyarakat lebih besar lagi juga dilakukan BNP Paribas Investment Partners.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8%

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…

Laba Bersih Hartadinata Tumbuh 28,4%

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2017, PT Hartadinata Abadi Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 95 miliar atau naik…

KPEI Sosialisasikan Kualitas Agunan

Demi meningkatkan kehatian-hatian transaksi, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menyelenggarakan sosialisasi kepada para anggota kliring mengenai peningkatan kualitas agunan.…