Kuartal I, Laba Energi Mega Persada Capai US$ 2,45 Juta

NERACA

Jakarta - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencatatkan laba komprehensif yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$2,45 juta pada kuartal I-2012. Laba ini tercatat turun 19,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya US$3,03 juta.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin, (2/7). Dijelaskan, sebenarnya, anak usaha Grup Bakrie ini mencatatkan laba komprehensif neto sebesar US$4,98 juta, naik dari sebelumnya US$3,33 juta.

Namun karena perseroan harus menyetor kepada pemegang saham non pengendali sebesar US$2,5 juta, jumlah ini naik signifikan dari periode sebelumnya yang cuma sebesar US$304.072. Sementara itu, penjualan neto perseroan juga tercatat naik menjadi US$112,99 juta dari sebelumnya US$47,3 juta. Laba bruto juga tercatat naik jadi US$47,1 juta dari sebelumnya US$19,37 juta.

Alhasil, laba usaha perseroan juga naik menjadi US$41 juta dari sebelumya US$15 juta. Tercatat, perseroan juga mengalami rugi kurs sebesar US$1,9 juta, naik dari sebelumnya US$614.440. Tekanan atas laporan laba rugi perseroan juga tercatat melonjak menjadi US$18,23 juta dari sebelumnya US$9 juta. Lalu total aset perseroan juga terpantau naik tipis menjadi US$1,908 miliar dari sebelumnya US$1,9 miliar.

Disebutkan, dalam kinerja buku 2011, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 68,56 miliar, sedangkan tahun sebelumnya masih mengalami kerugian hingga Rp 63,42 miliar. Penjualan perseroan mencapai Rp 2,12 triliun pada 2011, naik dari tahun sebelumnya Rp 1,25 triliun. Namun kewajiban perseroan naik menjadi Rp 11,87 triliun pada 2011 dari sebelumnya sebesar Rp 5,87 triliun.

Sebagai informasi, perseroan sebelumnya menyampaikan target pendapatan tahun ini tumbuh dua kali lipat dibanding tahun lalu menjadi Rp1,8 triliun. Kenaikan pendapatan ini ditunjang oleh tambahan produksi dari blok ONWJ dan Kangean Terang. Blok ONWJ diharapkan dapat berkontribusi sebesar 11,7 barel oil equivalent (boe) per hari yang terdiri atas 5,8 boe per hari dan gas 5,9 boe per hari.

Sedangkan dari Blok Kangean akan menambah produksi gas sampai 25 boe per hari. Dengan tamabahan produksi tersebut, total produksi rata-rata perseroan dapat mencapai 40 ribu boe per hari hingga akhir 2012. Sedangkan target hingga akhir 2014 sampai 60 ribu boe. Hingga Mei 2012, produksi perseroan telah mencapai 35 ribu boe. (didi)

BERITA TERKAIT

Rampungkan Rights Issue - Glencore Akuisisi Saham CITA Rp 1,19 Triliun

NERACA Jakarta – Di tengah melorotnya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring dengan sentien virus…

Bentuk Manajemen Baru - Saham AISA Dipastikan Tidak Didelisting

NERACA Jakarta – Resmi terbentuknya manajemen baru pasca tersandung masalah hukum hingga berujung suspensi saham yang berkepanjangan, kini manajemen PT…

Gelar Rights Issue - Bank Banten Bidik Dana di Pasar Rp 1,2 Triliun

NERACA Jakarta – Masih negatifnya kinerja keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS), tidak menyurutkan rencana aksi korporasi perseroan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Stimulus Sektor Perumahan Buat KPR Subsisi Makin Subur

Stimulus di sektor perumahan yang disuntikkan pemerintah sebagai obat antisipasi terhadap dampak penyebaran virus corona dinilai akan menjadi bantalan efektif…

Mudahkan Pengembang Cari Modal - DPD REI DKI Targetkan Lima Anggotanya IPO

NERACA Jakarta –Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta mengajak anggotanya yang merupakan perusahaan pengembang…

Ketatnya Kompetisi Pasar Mobil - Pendapatan Astra Internasional Terkoreksi Tipis 1%

NERACA Jakarta – Tahun 2019 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi bisnis PT Astra Internasional Tbk (ASII). Pasalnya, sentimen melorotnya…