BI “Larang” ATM Sediakan Valas

NERACA

Jakarta – Bank Indonesia benar-benar memperketat pembelian valuta asing termasuk dolar AS. Bahkan Automated Teller Machine (ATM) yang menyediakan dolarpun tak ada lagi. “Salah satunya pengaturan mengenai pembelian valuta asing terhadap rupiah oleh Nasabah melalui Automated Teller Machine (ATM) dihapus. Nasabah tak bisa lagi mengambil dolar dari ATM," kata Juru Bicara BI Difi di Jakarta, Senin (2/7)

Lebih jauh kata Difi, BI telah mengeluarkan beberapa aturan tambahan terkait pembelian valuta asing di bank, termasuk ATM yang mengeluarkan dana tunai berupa dolar AS. "BI telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 14/11/DPM tanggal 21 Maret 2012 perihal Perubahan atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 10/42/DPD perihal Pembelian Valuta Asing terhadap Rupiah kepada Bank," paparnya

Menurut Difi, aturan tersebut dikeluarkan seiring dengan perkembangan transaksi pembelian valuta asing yang menunjukkan adanya intensitas kebutuhan valuta asing yang sangat terkait dengan kegiatan di sektor riil, khususnya dalam kegiatan perdagangan internasional. "Untuk itu, penyempurnaan ketentuan ini ditujukan sebagai upaya meningkatkan dukungan bagi pelaku usaha dalam melakukan pembelian valuta asing terhadap rupiah untuk tujuan ekonomi, namun dengan tetap memperhatikan stabilitas nilai tukar rupiah," tuturnya

Dikatakan Difi, selain itu dalam pembelian valuta asing termasuk dolar AS maka nasabah maupun pihak asing perlu menyampaikan dokumen pelengkap dan menyertakan dokumen underlying.

Disisi lain, kata Difi lagi, pembelian valuta asing terhadap rupiah hanya dapat dilakukan untuk jenis valuta asing yang sama dengan yang tercantum dalam dokumen underlying, kecuali untuk valuta asing yang likuiditasnya tidak tersedia di pasar keuangan domestik.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Citibank, Mona Monika mengakui Citibank tak lagi memberikan layanan ATM yang menyediakan dolar AS. Alasanya ada peraturan baru dari BUI. "Ada peraturan BI jadi kita follow aturan tersebut," tegasnya

Menurut Mona, saat ini atau tepatnya 1 Juli 2012 ATM yang menyediakan dolar tidak lagi beroprasi. "Sudah tidak ada lagi," ucapnya

Citibank memang salah satu bank yang menyediakan tarik tunai dalam bentul dolar bagi para nasabahnya. Sebagai catatan, seiring dengan perkembangan transaksi pembelian valuta asing yang menunjukkan adanya intensitas kebutuhan valuta asing yang sangat terkait dengan kegiatan di sektor riil, khususnya dalam kegiatan perdagangan internasional BI menerbitkan SE. **cahyo

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Kerahkan 300 Karyawan, Amar Bank Bangun 20 Rumah Layak Huni

    NERACA   Bogor - PT Bank Amar Indonesia Tbk mengerahkan karyawannya untuk terjun langsung ke masyarakat dan membantu…

Sompo Insurance Kenalkan Produk Travel First Indonesiana

    NERACA   Jakarta – Sompo Insurance Indonesia (SII) menjadi satu-satunya mitra asuransi perjalanan resmi pada ASTINDO Travel Fair…

BUMN Tunggu Regulasi untuk Pembayaran Klaim Nasabah Jiwasraya

  NERACA Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menunggu dukungan regulasi dari dua lembaga untuk menyelesaikan pembayaran…