Jelang IPO, Pegadaian Sudah Kantongi Peringkat AA+

Selasa, 03/07/2012

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat AA+ untuk PT Pegadaian Persero dan obligasi X, XI, XII, XIII, obligasi penawaran umum berkelanjutan I/PUB/2011 fase I dan fase II/PUB/2012, serta MTN II 2011.

Kata analis Pefindo Danan Dito, peringkat tersebut juga menegaskan peringkat AA+(sy) untuk MTN Ijarah I 2012. “Prospek untuk peringkat perusahan adalah stabil,”katanya dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (2/7).

Menurutnya, peringkat tersebut mencerminkan dukungan yang kuat dari pemerintah, posisi usaha yang superior di bidang jasa gadai, dan indikator kualitas aset dan profitabilitas yang sangat kuat.

Kendatipun demikian, kata Danan peringkat tersebut juga dibatasi oleh ketatnya persaingan di bidang non gadai. Sebelumnya, Pegadaian sudah menawarkan obligasi berkelanjutan sebesar Rp2 triliun. Nantinya, dana hasil penawaran surat utang ini untuk modal kerja sekitar 30%, yakni menyalurkan kredit kepada masyarakat.

Sementara 70% sisanya akan digunakan untuk menurunkan pinjaman perbankan. Pegadaian direncanakan melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) awal 2013 hasil keputusan Menteri Keuangan Agus Martowardojo.

Menteri Keuangan menginginkan Pegadaian memperkuat struktur perusahaan setelah April 2012, berganti status dari Perum menjadi Perusahaan Terbatas. Dalam dokumen Kementerian BUMN, Pegadaian diperkirakan dapat menghimpun dana sekitar Rp6,4 triliun dari IPO. Jumlah itu setara dengan melepas 30% saham. Bila melepas 25% saham, maka diperkirakan dana IPO sebesar Rp5,3 triliun.

Dana IPO akan digunakan untuk ekspansi usaha melalui penambahan jumlah "outlet" layanan operasional, perbaikan sistem teknologi informasi, dan mendanai Program Pensiun Manfaat Pasti ke Program Pensiun Iuran Pasti.

Pegadaian bergerak di bidang usaha jasa gadai dan pembiayaan mikro, dan didukung oleh jaringan yang terdiri dari 12 kantor wilayah dan 4.541 unit yang tersebar di seluruh indonesia. Per akhir Maret 2012, Pegadaian dimiliki seluruhnya oleh pemerintah. (bani)