Banyak Peluang, IHSG Siap Bertengger Level 4.000

Selasa, 03/07/2012

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 25,963 poin (0,90%) ke level 3.991,540. Sementara Indeks LQ45 menanjak 8,323 poin (1,23%) ke level 683,115.

Maraknya aksi beli di saham-saham unggulan membuat indeks bertahan di zona hijau. Bahkan indeks hampir saja kembali menyentuh level psikologis 4.000, kendatipun data inflasi bulan Juni oleh Badan Pusat Statistik (BPS) capai 0,62% atau lebih tinggi dari bulan Mei sebesar 0,7%,“IHSG ditutup menguat didorong oleh sentimen positif dari bursa regional menyusul beberapa kesepakatan yang diambil oleh negara-negara Uni Eropa dalam Eropa Summit 28-29 Juni lalu," kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono di Jakarta, Senin (2/7).

Dia menuturkan, kesepakatan dalam Eropa Summit seperti memberikan kemudahan aturan pembayaran untuk bank-bank Spanyol dan kondisi yang lebih longgar terkait kemungkinan memberikan bantuan untuk Italia, mendorong peningkatan indeks.

Kesepakatan itu, lanjut dia, membuat imbal hasil obligasi Spanyol 10 tahun turun 60 basis poin (bps) menjadi 6,25% dan imbal hasil obligasi Italia turun 37 bps menjadi 5,99%. Dia menambahkan, pergerakan indeks BEI juga diwarnai oleh sentimen eksternal di tengah ancaman aksi ambil untung menyusul kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Berikutnya, indeks Selasa diproyeksikan masih akan bergerak positif dan cenderung menguat. Indeks sendiri akan bergerak di level 3.980-4.010 poin. Tercatat pemodal asing hingga sore kemarin terpantau melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 194,953 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan moderat sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 110.279 kali pada volume 8,21 juta lot saham senilai Rp 4,017 triliun. Sebanyak 166 saham naik, sisanya 93 saham turun, dan 75 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.750 ke Rp 37.700, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.150 ke Rp 62.650, Surya Citra (SCMA) naik Rp 800 ke Rp 10.300, dan Indocement (INTP) naik Rp 800 ke Rp 18.150.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Surya Toto (TOTO) turun Rp 6.850 ke Rp 50.000, Mayora (MYOR) turun Rp 350 ke Rp 24.950, Asahimas (AMFG) turun Rp 200 ke Rp 5.600, dan Bank of India (BSWD) turun Rp 200 ke Rp 200.

Menutup perdagangan sesi I, IHSG ditutup 37,980 poin (0,96%) ke level 3.993,557. Sementara Indeks LQ45 menanjak 8,239 poin (1,22%) ke level 683,031. Laju tingkat inflasi tidak terlalu mempengaruhi para pelaku pasar, aksi beli masih marak berlangsung di lantai bursa. Sembilan sektor berhasil menguat, dipimpin sektor tambang yang melompat hingga lebih dari 3%.

Hanya sektor infrastruktur yang melempem di zona merah akibat aksi jual. Investor asing juga kembali memburu saham setelah pekan lalu beli bersih lebih dari Rp 400 miliar

Perdagangan berjalan moderat sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 61.591 kali pada volume 4,795 juta lot saham senilai Rp 2,051 triliun. Sebanyak 142 saham naik, sisanya 72 saham turun, dan 83 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.750 ke Rp 37.700, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 700 ke Rp 15.350, Lion Metal (LION) naik Rp 500 ke Rp 10.500, dan Unilever (UNVR) naik Rp 500 ke Rp 23.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Surya Toto (TOTO) turun Rp 6.850 ke Rp 50.000, Mayora (MYOR) turun Rp 300 ke Rp 25.000, Asahimas (AMFG) turun Rp 150 ke Rp 5.650, dan Charoen (CPIN) turun Rp 100 ke Rp 3.325.

Sementara diawal perdagangan, indeks BEI sudah dibuka naik 21,14 poin atau 0,53% ke posisi 3.976,71, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 5,40 poin (0,80%) ke level 680,19. Bursa Asia menguat menyambut sentimen positif dari hasil pertemuan pemimpin Uni Eropa,”Poin terpenting yang disambut positif pasar yakni keputusan untuk mengijinkan pemberian bantuan kepada bank-bank bermasalah di Eropa secara langsung tanpa perantaraan dari pemerintah negara yang bersangkutan," kata Kepala Riset Samuel Sekuritas Christine Salim.

Dia menambahkan, hal itu akan segera diterapkan setelah terbentuknya unifikasi perbankan Uni Eropa yang kemungkinan berada di bawah supervisi Bank Sentral Eropa (ECB). Selain itu, Uni Eropa juga melonggarkan kualifikasi bagi bank yang membutuhkan suntikan dana di Spanyol. Faktor "window dressing", juga menambah sentimen positif bagi bursa saham.

Meski demikian, menurut dia, sentimen Eropa sudah terefleksikan pada akhir pakan lalu, sehingga IHSG sudah diperkirakan akan bergerak relatif "sideways". Sementara bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 416,19 poin (2,19%) ke level 19.441,46, indeks Nikkei-225 naik 11,75 poin (0,13%) ke level 9.018,53 dan Straits Times menguat 10,91 poin (0,38%) ke level 2.889,36. (bani)