ASEI Serius Garap Asuransi Syariah

NERACA

Jakarta-- PT Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI) tampaknya serius mengelola bisnis asuransi syariah. Alasanya potensi bisnis asuransi syariah masih sangat lebar. “Kami membuat unit syariah untuk dapat menangkap peluang akan kebutuhan masyarakat atas asuransi dengan prinsip syariah," kata Direktur Utama Asuransi ASEI, Zaafril Razief Amir di Jakarta, (2/7)

Berdasarkan catatan, Izin Unit syariah ASEI telah didapatkan dari Kementerian Keuangan berdasarkan keputusan kementerian Keuangan No KEP-215/KM.10.2012 tanggal 29 Mei 2012. Pengajuan izin UUS diajukan pada 8 November 2012.

Adapun modal yang disetor ASEI Syariah sekitar Rp25,88 miliar. Besarnya modal yang disetor ini sudah sesuai dengan persyaratan dalam PP 81/2008 minimal Rp25 miliar. Untuk sisa 2012, ASEI Syariah menargetkan konstribusi (premi) sebesar Rp6 miliar.

Pada tahap awal, ASEI Syariah akan menjual produk-produk asuransi umum. Ke depannya, ASEI Syariah akan merambah bisnis asuransi pembiayaan syariah. Rencana masuknya bisnis ini adalah karena ASEI memiliki pengalaman di bidang asuransi kredit/pembiayaan.

Terkait krisis Eropa, kata Zaafril, tidak mengganggu kinerja PT Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI). Alasanya, krisis ini dinilai tidak terlalu banyak berpengaruh kepada ekspor. "ASEI Tidak begitu berdampak dengan krisis Eropa," paparnya

Lebih jauh Zaafril menambahkan pertama, tidak semua ekspor diasuransikan. Kedua, asuransi dalam negerinya juga disiasati. "Jadi Permintaan ekspornya turun tetapi permintaan dalam negerinya meningkat kami masih bisa mengcover," ungkapnya

Zaafril menambahkan, perusahaan-perusahaan yang selama ini mengekspor mengalami gejala tertentu. Di mana perusahaan yang sebelumnya menjual seluruh barang ke ekspor, sekarang ini telah menjual sebagian barangnya ke dalam negeri. **maya

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Kerahkan 300 Karyawan, Amar Bank Bangun 20 Rumah Layak Huni

    NERACA   Bogor - PT Bank Amar Indonesia Tbk mengerahkan karyawannya untuk terjun langsung ke masyarakat dan membantu…

Sompo Insurance Kenalkan Produk Travel First Indonesiana

    NERACA   Jakarta – Sompo Insurance Indonesia (SII) menjadi satu-satunya mitra asuransi perjalanan resmi pada ASTINDO Travel Fair…

BUMN Tunggu Regulasi untuk Pembayaran Klaim Nasabah Jiwasraya

  NERACA Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menunggu dukungan regulasi dari dua lembaga untuk menyelesaikan pembayaran…