Pegadaian Dapat Peringkat AA+

NERACA

Jakarta---- PT Pegadaian Persero meraih peringkat AA+ dari Pefindo. Peringkat tersebut juga termasuk penilaian obligasi X, XI, XII, XIII, obligasi penawaran umum berkelanjutan I/PUB/2011 fase I dan fase II/PUB/2012, serta MTN II 2011. “Namun, peringkat tersebut juga dibatasi oleh ketatnya persaingan di bidang non gadai," kata Analis Pefindo Danan Dito, dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin,2/7

Menurut Dito, peringkat tersebut mencerminkan dukungan yang kuat dari pemerintah, posisi usaha yang superior di bidang jasa gadai, dan indikator kualitas aset dan profitabilitas yang sangat kuat.

Sebelumnya, Pegadaian sudah menawarkan obligasi berkelanjutan sebesar Rp2 triliun. Dana hasil penawaran surat utang ini untuk modal kerja sekitar 30%, yakni menyalurkan kredit kepada masyarakat. Sementara 70% sisanya akan digunakan untuk menurunkan pinjaman perbankan.

Pegadaian direncanakan melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) awal 2013 hasil keputusan Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Menteri Keuangan menginginkan Pegadaian memperkuat struktur perusahaan setelah April 2012, berganti status dari Perum menjadi Perusahaan Terbatas.

Dalam dokumen Kementerian BUMN, Pegadaian diperkirakan dapat menghimpun dana sekitar Rp6,4 triliun dari IPO. Jumlah itu setara dengan melepas 30 persen saham. Bila melepas 25 persen saham, maka diperkirakan dana IPO sebesar Rp5,3 triliun.

Dana IPO akan digunakan untuk ekspansi usaha melalui penambahan jumlah "outlet" layanan operasional, perbaikan sistem teknologi informasi, dan mendanai Program Pensiun Manfaat Pasti ke Program Pensiun Iuran Pasti. Pegadaian bergerak di bidang usaha jasa gadai dan pembiayaan mikro, dan didukung oleh jaringan yang terdiri dari 12 kantor wilayah dan 4.541 unit yang tersebar di seluruh indonesia. **cahyo

BERITA TERKAIT

Dinilai Manajemen Keuangan Lemah - Moody’s Pangkas Peringkat APLN Jadi B2

NERACA Jakarta-Melorotnya kinerja keuangan PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) berujung pada terpangkasnya rating emiten properti ini. Lembaga peringkat internasional,…

Ficth Pangkas Peringkat KIJA Jadi Negatif B

NERACA Jakarta - Kabar soal potensi gagal bayar atau default atas obligasi milik PT Kawasa Industri Jababeka Tbk (KIJA), rupanya…

Pefindo Pangkas Peringkat MAYA Jadi BBB+

NERACA Jakarta- Mempertimbangkan ketatnya likuiditas antar bank, tidak terkecuali yang dialami PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA), mendorong PT Pemeringkat…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pemerintah Serap Rp22 Triliun dari Lelang SUN

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menyerap dana Rp22,05 triliun dari lelang tujuh seri surat utang negara (SUN)…

IMF Desak Negara-negara Hindari Kebijakan Perdagangan Terdistorsi

    NERACA   Jakarta - Ketegangan perdagangan sejauh ini tidak secara signifikan mempengaruhi ketidakseimbangan neraca berjalan global, tetapi membebani…

BI Yakin Arus Modal Asing Tetap Deras - Suku Bunga Acuan Turun

      NERACA   Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini aliran modal asing akan tetap masuk…