Realisasikan Mobil Murah, Kemenperin Gandeng BPPT - Pemerintah Gelontorkan Dana Rp 50 M

NERACA

Bandung - Program mobil murah hasil karya anak bangsa terus digaungkan oleh pemerintah. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong industri otomotif nasional yang semakin menggeliat dan menjadi tuan rumah di dalam negeri.

Sekretaris Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Kementerian Perindustrian, Syarif Hidayat memaparkan, saat ini pemerintah sedang melakukan kerjasama dengan Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) untuk membuat platform atau desain awal mobil murah.

"Kita bekerja sama dengan BPPT untuk membuat suatu kesamaan atau bisa dikatakan satu kesatuan (platform), sehingga nanti dikembangkan untuk yang lebih murah, karena bekerja sama dengan BPPT, jadi pemerintah danai," ungkap Syarif kepada wartawan di Bandung, akhir pekan lalu.

Lebih jauh lagi Syarif menuturkan, untuk ini pemerintah harus berinvestasi besar. Dia menyebutkan untuk tahap awal, pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar Rp 50 Miliar untuk melakukan riset program ini. "Kita mengembangkan desainnya, investasinya pasti besar, tapi yang jelas tahap awal Rp 50 Miliar," tukasnya.

Selanjutnya, ujar Syarif, sudah banyak perusahaan-perusahaan yang telah memproduksi mobil murah. Seperti PT Inka yang telah memproduksi mobil murah. Dan saat ini, menurut Syarif, perusahaan tersebut bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Makasar untuk memproduksi 50 mobil murah. "PT Inka, sebagian sudah di makasar, namanya Moko tahun ini 50, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi disana," tuturnya.

Syarif juga mengatakan harga untuk mobil murah ini berkisar di angka Rp 40-50 Juta. Berikut ini adalah nama -nama mobil karya anak bangsa lainnya juga lebih dulu hadir, seperti Komodo, Tawon, Gea, Marlip, Maleo, Wakaba, Timor, Esemka Digdaya.

Komodo

Mobil ini merupakan kreasi PT Fin Komodo Indonesia yang berpusat di Cimahi Jawa Barat. Mobil offroad jenis Cruiser ini dirancang oleh salah satu desainer pesawat CN-250 Gatotkaca, Ibnu Susilo. Komodo diklaim mampu melintasi hutan sejauh 100 Km dalam waktu 6-7 jam, dan tingkat konsumsi bahan bakar kurang lebih hanya 5 liter. Mobil dua penumpang ini, juga dapat digunakan untuk mengangkut beban (barang bawaan) seberat 250 Kg, sehingga dapat juga berfungsi sebagai kendaraan utility. Komodo punya fitur self-recovery yang membuatnya tidak bisa terguling.

Tawon

Mobil Tawon diproduksi PT Super Gasindo Jaya. Tawon merupakan calon mobil nasional yang paling siap diproduksi. Tawon telah mengadopsi sistem suspensi depan ferguson dan suspensi belakang per pegas daun. Sedangkan sistem injeksi bahan bakar masih menggunakan karburator. Dengan mesin 650 cc, Tawon mampu melaju dengan kecepatan maksimal 90 km/jam dengan putaran torsi maksimal 5.300 rpm. Konsumsi bahan bakar boleh dibilang irit. Saat dilakukan uji coba, tercatat 1 liter bensin mampu menempuh jarak 25 kilometer.

Gea

Gea merupakan mobil hasil riset PT INKA (Industri Kereta Api) dengan mesin Rusnas (Riset Unggulan Strategis Nasional). Mobil mungil ini dibekali mesin berkapastias 650 cc, dan dapat dipacu sampai dengan kecepatan 90 km/jam. Mobil ini sudah sampai tahap uji coba produksi. Mobil jenis city car ini diklaim memiliki beberapa keunggulan dari segi fitur dan desain. Dan digadang-gadang mampu bersaing dengan mobil China, Chery QQ.

Marlip

Marlip adalah mobil listrik yang cocok digunakan untuk mobil golf dan mobil keamanan. Mobil ini merupakan hasil pengembangan dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan dipasarkan PT Marlip Indo Mandiri. Marlip juga punya varian mobil empat penumpang dengan kecepatan mencapai 50 km/jam dengan jarak tempuh maksimal 120 km.

Maleo

Maleo merupakan calon mobil nasional yang dikembangkan pada tahun 1993, oleh IPTN yang bekerjasama dengan Rover, Inggris dan Millard Design Australia. Tapi sayangnya, akibat krisis moneter 1997, proyek ini terhenti.

Wakaba

Mobil Wakaba (Wahana Karya Anak Bangsa) adalah buatan komunitas otomotif dan Disperindag Jawa Barat. Kendaraan ini dirancang untuk berbagai jenis, yakni mobil pengolah lahan, mobil angkut hasil pertanian, mobil pengolahan hasil pertanian, mobil angkutan umum pedesaan, mobil perkebunan serta mobil penjualan.

Timor

Mungkin ini mobil nasional yang terbilang cukup sukses di tahun 90-an. Timor (Teknologi Industri Mobil Rakyat), sejatinya adalah mobil KIA Sephia dengan ide mengimpor mobil namun dengan komponen lokal. Bersamaan dengan Timor, hadir juga Bimantara dengan produknya Bimantara Cakra.

Esemka

Esemka Digdaya adalah proyek mobil nasional yang dikerjakan oleh siswa SMK 1 Singosari Malang. Mobil double kabin ini menggunakan kerangka Isuzu Panther dengan suspensi dari Mitsubishi L300. Sedangkan dapur pacunya, mobil ini mengadalkan mesin injeksi eks Timor berkapasitas 1.500 cc. Pembuatan mobil prototipe ini menghabiskan biaya sekitar Rp100-175 juta.

Tapi sayangnya, mobil-mobil karya anak bangsa ini tidak mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Mereka bahkan tidak dapat tempat atau stand khusus dalam ajang pameran otomotif terbesar di tanah air, IIMS (Indonesia Internasional Motor Show). Pemerintah terlihat lebih memberikan porsi yang lebih besar kepada produsen-produsen luar negeri, seperti Jepang, Korsel, dan China.

BERITA TERKAIT

ROTI Realisasikan 12,87% Buyback Saham

Produsen Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) menyampaikan telah melakukan pembelian saham kembali atau buyback sebanyak 79,66 juta…

Rencanakan Buyback Saham - Indo Straits Siapkan Dana Rp 1,95 Miliar

NERACA Jakarta - PT Indo Straits Tbk (PTIS) mengantungi izin dari pemegang saham untuk melakukan pembelian kembali (buy back) saham…

Ekonomi Global Mulai Membaik - OJK Bidik Himpun Dana di Bursa Rp 250 Triliun

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis penggalangan dana di pasar modal tahun ini dapat mencapai Rp200 triliun hingga…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Pertumbuhan Industri Pelayaran Ditaksir Belum Optimal

NERACA Jakarta – Asosiasi Pemilik Pelayaran Nasional Indonesia (INSA) menilai pertumbuhan industri tersebut belum terlalu optimal di 2019, karena masih…

Kemenhan Pesan 17 Helikopter Buatan PT Dirgantara Indonesia

  NERACA Jakarta – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memesan 17 helikopter yang terdiri dari helikopter H225 konfigurasi angkut berat sebanyak delapan…

Sektor Primer - CIPS Nilai Target Swasembada Kedelai 2020 Perlu Dikaji Ulang

NERACA Jakarta – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Arief Nugraha menilai, target swasembada kedelai pada 2020 yang dicanangkan…