Tingkatkan Produksi Beras, Tiga Pilar Gandeng PT Pertani

PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tanda Tangani Nota Kesepahaman Pengadaan Produk dan Pendayagunaan Aset dengan PT Pertani (Persero)

PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) melalui anak usahanya PT Dunia Pangan tandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Pertani (Persero) tentang pengadaan produk dan pendayagunaan aset.

Direktur Utama PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk, Stefanus Joko Mokoginta mengatakan, kerja sama ini untuk mendukung produksi dan rencana jangka panjang TPS Rice (divisi beras) untuk menguasai market share sebanyak 5% dari total konsumsi beras nasional. ”Memang masalah beras ini memang lebih ke sosial dan industri beras itu fragmented banget,”katanya di Jakarta akhir pekan lalu.

Menurutnya, kerjasama ini akan mensukseskan swasembada pangan, minimal memenuhi 20% dari kebutuhan pangan dalam negeri setahun, yaitu sekitar 8 juta ton. Nantinya, dalam kerja sama tersebut meliputi penyediaan sarana produksi padi untuk budidaya, penampungan atau pemasaran hasil gabah atau beras, pelaksanaan sistem resi gudang, dan pendayagunaan sarana produksi atau aset.

Kata Kepala Divisi Pergudangan PT Pertani, kerja sama dengan Tiga Pilar ini adalah yang kesekian kalinya. Gudang tahap awal yang sudah dibuat berkapasitas 50.000 ton. Untuk divisi beras (PT Dunia Pangan), ada dua hal yang akan dilakukan PT Tiga Pilar Sejahtera Food. ”Kita akan meninggikan kontribusi dari branded dan investasi di rice mill (sawah) yang baru. Pembangunan rice mill itu termasuk rencana kita 5 tahun ke depan,” tutur Jo Tjong Seng, Direktur Marketing PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk.

Pada saat ini divisi beras sudah bisa memproduksi 20.000 ton beras dan 35.000 ton gabah, jadi kebutuhan 3 bulannya adalah sekitar 165.000 ton (beras dan gabah), sehingga untuk memenuhi target itu PT TPSF memang berencana menambah konsesi lahan, ini bukan hanya berlaku pada lahan persawahan beras saja tapi juga untuk perkebunan kelapa sawit. ”Rencana kita adalah menambah konsesi lahan dari 79.000 hektar (yang sudah dipunyai saat ini) menjadi 200.000 hektar. Sedangkan untuk lahan tertanam pada tahun ini kita menargetkan akan menambah 8000 hektar, dari 12.000 hektar, sehingga menjadi 20.000 hektar,” kata Jo.

Sebagai informasi, total target PT TPSF pada tahun ini adalah 1,4 triliun dari divisi beras dan 1,5 triliun dari divisi makanan. Jadi dalam setahun target mereka adalah sekitar 3 triliun. “Sumber dana kita lebih banyak dari equity dan financing (loan),” pungkas Jo. (ria)

BERITA TERKAIT

Produksi Lele Bioflok Sokong Suplai Pangan Berbasis Ikan

NERACA Sleman- Menteri Kelautan dan Perikanan yang diwakili Sekjen KKP, Rifky E Hardijanto melakukan panen perdana budidaya lele sisitem bioflok…

Riset Genetika dan Pendampingan Difabel - FK Unswagati Tingkatkan Kualitas Calon Dokter

Riset Genetika dan Pendampingan Difabel FK Unswagati Tingkatkan Kualitas Calon Dokter NERACA Cirebon - Tidak banyak kampus di negeri ini…

Keppel Land Garap Proyek Properti Rp 1 Triliun - Gandeng Metropolitan Land

NERACA Jakarta - Keyakinan pasar properti di Indonesia masih tetap positif, Keppel Land Limited (Keppel Land) kembali menggarap pasar Indonesia…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

ADHI Baru Serap Obligasi Rp 966,73 Miliar

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) baru menggunakan dana hasil penerbitan obligasi berkelanjutan II Tahap I Tahun 2017 sebesar Rp966,73 miliar…

Lagi, CIMB Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) akan melakukan penawaran obligasi berkelanjutan II tahap III tahun 2017 dengan jumlah pokok Rp2…

Tawarkan Hunian Terjangkau - APLN Rampungkan Tower Pertama PGV

NERACA Jakarta - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melalui PT Graha Tunas Selaras merampungkan pembangunan tower pertama Podomoro Golf…