Pakuwon Jati Bangun Gedung Tertinggi di Surabaya

Senin, 02/07/2012

NERACA

Jakarta - Emiten pengembang properti, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) akan membangun Tunjungan Plaza V di Surabaya. Gedung berlantai 40 ini diklaim bakal menjadi yang tertinggi di Kota Pahlawan tersebut. "Tunjungan Plaza V sudah tancap besi dan pemasangan tiang pancang," kata Direktur dan Investor Relations Pakuwon Jati, Irene Tedja Murdaya, dalam paparan publik di Jakarta, Jumat pekan kemarin.

Irene menjelaskan, pengembangan superblok Tunjungan City ini akan mencakup mal, perkantoran, kondominium dan hotel berbintang 4. Nantinya, semua unit akan dijual kecuali untuk mal yang akan disewakan.

Dalam gedung tertinggi ini, perseroan bakal membangun kondominium "The Peak", menara perkantoran Pakuwon Center dan Tunjungan Plaza 5 ritel. Tunjungan Plaza V ini adalah bagian dari Superblok Tunjungan City yang berada di tengah kota Surabaya.

Maka untuk merealisasikan rencananya, perusahaan menyediakan tanah seluas 7.058 meter persegi untuk membangun gedung tersebut. Direncanakan, gedung itu akan selesai awal 2015 mendatang.

Namun, nilai investasi dari rencana besar itu belum bisa diperkirakan mengingat proyek itu masih dalam proses tender untuk konstruksi gedungnya, "Perbedaan dengan gedung lainnya adalah desain yang lebih moderen karena yang mendesain itu orang yang juga membuat desain Marina Bay Singapura," tuturnya.

Belanja Modal

Sepanjang tahun 2012, perseroan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (Capex) sebesar Rp 1,3 triliun yang akan digunakan untuk membiayai semua proyek Pakuwon. Hingga Maret 2012, perseroan telah menggunakan sekitar 25% dari dana tersebut. "Alokasinya 60% proyek di Jakarta, 40% Surabaya. Asal dana dari dana internal dan pinjaman bank," ujarnya.

Pakuwon menargetkan penjualan perusahaan pada tahun ini bisa mencapai 21%, atau Rp 1,8 triliun yang berarti naik Rp 100 miliar dibandingkan setahun sebelumnya. Hingga April, penjualan telah mencapai lebih dari Rp 800 miliar. "Aturan uang muka kredit sekarang belum terasa, penjualan kami masih kuat di Surabaya maupun Jakarta. Aturan itu bagi apartemen yang lebih dari 70 meter persegi. kami rasa konsumen mampu untuk bayar DP minimal karena mereka kelas menengah," tegasnya.

Kata Irene, pendapatan perseroan meningkat melalui pendapatan Superblok Kota Casablanca yang terdiri dari Kota Casablanca dan Kondomunium Casa Grande. Pasalnya, kondomonium dan Kota Casablanka sudah mulai memberikan kontribusi terhadap perseroan.

Menurut Irene, Casablanka menara A perkantoran sudah terjual sebanyak 40%, Kondomonium Casa Grande sudah terjual sebanyak 62%, dan Casablacka menara B Perkantoran sudah tersewa sebanyak 94%.

Harga rata-rata untuk hunian Superblok Casablanka dimulai dari Rp 22 juta per meter. Kawasan superblok ini memiliki luas sebesar 296,368 m2. Sayangnya ia belum bisa memberikan berapa kontribusi Kota Casablankanya terhadap pendapatan perseroan. "Saya belum bisa bicarakan," ungkapnya.

Bagi Dividen

PWON akan membagikan dividen sebesar Rp 70 miliar atau setara dengan 20,17% dari total laba bersih PWON di tahun 2011 sebesar Rp 347 miliar.

Hal itu disampaikan oleh Presiden Direktur PWON, Richard Adisastra. "Dividen tersebut akan kita bagikan sekitar bulan September atau Oktober 2012," ujarnya.

Selain menyetujui pembagian dividen, pemegang saham juga telah menyetujui atas rencana Perseroan untuk melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMT-HMETD) sebanyak-banyaknya 4,81 miliar saham atau sejumlah 10% dari modal disetor Perseroan pada harga sekurung-kurangnya Rp 197 per saham.

Richard menambahkan, bahwa dana hasil penerbitan saham baru non Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodal dalam rangka pengembangan usaha Perseroan.

Sepanjang tahun 2011 lalu, Perseroan berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 347 miliar atau meningkat dibandingkan dengan tahun 2010. Sementara, pendapatan tahun 2011 mencapai Rp 1,48 triliun atau meningkat sebesar 20% dari tahun 2010.

Kinerja keuangan yang meningkat di tahun 2011 lalu, terus berlanjut di tahun 2012, dimana pendapatan dan laba bersih Perseroan untuk triwulan pertama tahun ini telah mencapai Rp 494 miliar dan Rp 170 miliar yang berarti mengalami peningkatan masing-masing sebesar 41% dan 48% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2011. (didi)