Sentimen Positif IHSG Awal Pekan Belum Beranjak

Senin, 02/07/2012

NERACA

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Jum’at akhir pekan kemarin ditutup melompat 68,002 poin (1,74%) ke level 3.955,577. Sementara Indeks LQ45 ditutup melesat 12,070 poin (1,82%) ke level 674,792.

Penguatan indeks BEI ini ditopang kabar positif dari petinggi Eropa yang sepakat mengucurkan 500 miliar euro untuk krisis utang dan imbas tersebut memberikan rangsangan bagi investor untuk melakukan aksi beli.

Berikutnya, Senin awal pekan indeks BEI masih menikmati penguatan kemarin dengan pergerakan indeks di level 3.955-4.010. Pada perdagangan kemarin, seluruh indeks sektoral di pasar modal berhasil menguat, dipimpin oleh saham-saham lapis dua di sektor industri dasar dan aneka industri. Investor asing juga tak mau ketinggalan berburu saham.

Transaksi asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 604,252 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 101.773 kali pada volume 7,196 juta lot saham senilai Rp 4,663 triliun. Sebanyak 208 saham naik, sisanya 56 saham turun, dan 85 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.500 ke Rp 61.500, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 900 ke Rp 35.950, Bayan (BYAN) naik Rp 700 ke Rp 11.700, dan Hexindo (HEXA) naik Rp 450 ke Rp 9.050.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Surya Citra (SCMA) turun Rp 350 ke Rp 9.500, Unilever (UNVR) turun Rp 250 ke Rp 22.900, Bank of India (BSWD) turun Rp 185 ke Rp 1.890, dan Axiata (EXCL) turun Rp 150 ke Rp 6.150.

Pada perdagangan sesi I, indeks BEI masih ditutup melonjak 53,568 poin (1,37%) ke level 3.941,143. Sementara Indeks LQ45 melesat 11,774 poin (1,77%) ke level 674,496.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 40.586 kali pada volume 2,606 juta lot saham senilai Rp 1,621 triliun. Sebanyak 156 saham naik, sisanya 53 saham turun, dan 87 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.850 ke Rp 61.850, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 700 ke Rp 35.750, Bayan (BYAN) naik Rp 400 ke Rp 11.400, dan Indocement (INTP) naik Rp 400 ke Rp 17.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.500 ke Rp 50.000, Mayora (MYOR) turun Rp 700 ke Rp 24.600, Asahimas (AMFG) turun Rp 350 ke Rp 5.450, dan Axiata (EXCL) turun Rp 100 ke Rp 6.200.

Sementara pada awal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 37,02 poin atau 0,95% ke 3.924,60. Demikian juga dengan indeks Hang Seng yang menguat 130,76 poin atau 0,69%, dan indeks Straits Times naik 22,88 poin atau 0,80%. Sementara indeks Shanghai turun 2,15 poin atau 0,10%, dan indeks Nikkei meorosot 9,05 poin atau 01,0%.

Penguatan indeks dipengaruhi minat beli investor setelah pergerakan saham unggulan sudah turun cukup dalam. IHSG dibuka dengan 74 saham menguat, 23 saham melemah, dan 69 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi pada pagi ini mencapai Rp156,896 miliar dari 91,684 juta lembar saham diperdangkan. Terpantau pada pagi ini investor asing melakukan aksi beli sebesar Rp2,820 miliar.

Indeks LQ45 naik 6,89 poin atau 1% ke 669,61, indeks IDX30 menguat 3,88 poin atau 1,2% ke 338,28, dan Jakarta Islamic Indeks melaju 5,12 poin attau 1% ke 538,90. Sektor-sektor pendukung IHSG terpantau menguat, dengan sektor tambang naik 11,98 poin atau 0,6%, sektor aneka industri melaju 7,70 poin atau 0,6%, sektor keuangan menguat 2,71 poin atau 0,5%, dan sektor manufaktur naik 8,62 poin atau 0,8%.

Adapun saham-saham yang menguat (top gainers), antara lain saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp2.400 ke Rp61.400, saham PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) naik Rp350 ke Rp8.950, dan saham PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) naik Rp350 ke Rp17.350.

Sedangkan saham-saham yang melemah (top losers), antara lain saham PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp350 menjadi Rp5.450, saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) turun Rp75 menjadi Rp3.700, dan saham PT Harum Energy Tbk (HRUM) turun Rp50 menjadi Rp5.550. (bani)