Trisula Proyeksikan Laba Bersih Capai Rp 8 Miliar - Kinerja Semester Pertama

NERACA

Jakarta – Perusahaan tekstil PT Trisula International Tbk (TRIS) memproyeksikan laba bersih di semester pertama 2012 mencapai Rp8 miliar dari target laba bersih Rp30 miliar pada 2012 Sementara pendapatan akan mencapai Rp126 miliar dari target pendapatan senilai Rp600 miliar pada 2012.

Direktur Utama PT Trisula International Tbk Lisa Tjahjadi mengatakan, pencapaian kinerja perseroan masih sesuai target. Pasalnya, kinerja didukung dari segmen ritel dan ekspor. “Tahun lalu segmen ritel menyumbangkan kontribusi 20%-25% dan sisanya ekspor sekitar 20%,”katanya di Jakarta, Kamis (28/6).

Dia menambahkan, pencapaian target tersebut akan didukung dari akuisisi hingga 50% satu perusahaan baru yakni PT Trisco Tailored Apparel Manufacturing. Nantinya kontribusi akuisisi perusahaan tersebut mencapai Rp1 miliar.

Sementara satu perusahaan yang baru diakuisisi tersebut akan melengkapi tiga anak usaha sebelumnya yaitu PT Tritirta Saranadamai sebesar 98%, PT Trisula Garmindo Manufacturing sebesar 95%, dan PT Trimas Sarana Garment Industry sebesar 95%,”PT Trisco Tailored Apparel Manufacturing akan mendukung kinerja kami dalam enam bulan berikutnya, kontribusi pendapatan Trisco Tailored Apparel Manufacturing tersebut akan mencapai sekitar 30%. Industri ritel kita sendiri kontribusinya 25%,"ungkap

Brand Baru

Guna menggenjot penjualan, perseroan kata Lisa Tjahjadi tengah melakukan pembicaraan serius dengan beberapa pihak dari Asia untuk menghadirkan dua brand baru. Dua brand baru tersebut diharapkan selesai pada akhir tahun ini. Hingga Mei 2012, perseroan telah membuka sekitar 20 gerai dan sampai akhir tahun perseroan sudah ada perjanjian dengan mal untuk menambah 4 gerai baru di Karawaci, Kota Kasablanka, Alam Sutera dan Mal Taman Anggrek.

Dalam pencatatan saham perdananya di pasar modal, saham Trisula dibuka meningkat 33% menjadi Rp400 dibanding sebelumnya sebesar Rp300 per saham. Hasil penawaran saham perdana, perseroan mendapatkan dana segar Rp 90 miliar. Dana segar hasil IPO tersebut sebagian besar akan digunakan untuk modal kerja ekspansi usaha retail perseroan. Sedangkan sekitar 35% untuk mengakuisisi Trisco (PT Trisco Tailored Apparel Manufacturing).

Kemudian Lisa Tjahjadi menegaskan, kinerja dan penjualan perseroan tidak memiliki dampak berarti ditengah krisis Eropa. Pasalnya, perseroan lebih cenderung menyasar pasar domestik karena masih mempunyai ruang cukup besar, “Kinerja perusahaan tidak terpengaruh terhadap kondisi di Eropa, 'demand' domestik masih cukup tinggi," tandasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Kepercayaan Investor Bawa Rekor Baru IHSG - Ditopang Positif Kinerja Emiten 2017

NERACA Jakarta – Penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang kembali mencetak rekor baru di pasar modal, membuat optimisme pelaku…

Kredit Konsumtif Dominasi Perolehan Laba Bank Sultra

    NERACA   Kendari - Secara umum kredit konsumtif masih mendominasi sumber laba Bank Sultra dengan kisaran 87 persen…

SSIA Kantungi Pinjaman Rp 760 Miliar

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) baru saja mendapatkan fasilitas pinjaman dari salah satu entitas usahanya, PT Karsa Sedaya Sejahtera…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Dongkrak Kapitalisasi Pasar - BEI Kejar 22 Perusahaan Kakap Untuk IPO

NERACA Bandung – Masih kecilnya nilai kapitalisasi pasar IPO di tahun 2017 kemarin, memacu PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk…

Gandeng Perusahaan Cina - ELTY Garap Proyek di Jakarta dan Surabaya

NERACA Jakarta - Memanfaatkan geliat pembangunan infrastruktur yang tengah dilakukan pemerintah, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) juga ikut ambil bagian…

Ramaikan Pasar Reksadana di 2018 - Minna Padi AM Rilis Pringgondani Saham

NERACA Jakarta -  Selain ramai soal aksi korporasi berupa penerbitan saham baru atau rights issue yang bakal dilakukan PT Minna…