Kemhub Bakal Relokasi 28 Bandara - Hingga 2014

NERACA

Jakarta - Pesatnya pertumbuhan industri penerbangan, pemerintah berencana akan melakukan tata kelola terhadap bandara-bandara yang ada di Indonesia. Bambang S. Erfan, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan mengatakan, Kemhub akan merelokasi dan mengembangkan 45 bandara baru dalam jangka waktu 10 tahun ke depan, sedang sampai dengan tahun 2014, ada sekitar 28 bandara.

“Ada sekitar 45 bandara dalam program tata kelola bandara dalam jangka waktu 10 tahun ke dapan, baik untuk relokasi ataupun pengembangan bandara. Sedang sampai dengan 2014, ada sekitar 28 bandara dalam program tata kelola tersebut,” ujar Bambang di Jakara, kemarin.

Menurut Bambang, tata kelola bandara tersebut diharapkan dapat mengimbangi pertumbuhan industri penerbangan yang terus mengalami peningkatan, termasuk mengantisipasi 6 koridor ekonomi, dan dalam upaya program percepatan pembangunan (MP3EI) yang telah ditetapkan dalam UU No 17/2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.

Dalam program tata kelola bandara ini, Kemhub tidak hanya memfokuskan pembangunan dan pengembangan bandara-bandara besar atau bandar udara pengumpul (hub), tapi juga bandar udara pengumpan (spoke). Bambang mengatakan, ada beberapa bandara yang bersifat nasional seperti enam bandara yang juga disiapkan untuk open sky di kawasan ASEAN seperti bandara internasional Soekarno Hatta, Jakarta, bandara Juanda Surabaya, bandara I Gusti Ngurah rai Denpasar, bandara Kuala Namu Medan, bandara Sultan Hasanuddin Makasar dan bandara Sepinggan, Balikpapan.

Dijelaskan oleh Bambang, untuk program tata kelola bandara ini dibutuhkan nilai investasi yang sangat besar, yang mencapai triliunan rupiah. Menurutnya, selain masalah pembebasan tanah, keterbatasan anggaran dari pemerintah juga menjadi kendala dalam program tata kelola bandara ini. Oleh karena itu ada beberapa pola pembiayaan yang diterapkan, yaitu pembiayaan melalui kerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), antarpemerintah (pusat dan daerah), serta kerja sama dengan pihak swasta.

“Pola pembiayaan dalam program ini akan menggunakan skema kerja sama pemerintah pusat dengan BUMN, pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, dan Public Private Partnership atau kerja sama pemerintah pusat dengan swasta,” urai Bambang.

Sampai saat ini, dari 45 bandara yang direncanakan dalam jangka waktu 10 tahun tersebut, salah satu bandara yang sudah beroperasi yaitu bandar udara Selaparang, Mataram, sedang yang dalam proses, yaitu Bandara Kuala Namu, yang terletak di atas lahan seluas 1.365 hektare di Kabupaten Deli Serdang. Bandara ini rencananya disiapkan untuk melayani hingga 8,1 juta penumpang per tahun dengan area terminal penumpang seluas 86,000 m2 (Tahap I), dan akan terus dikembangkan hingga mencapai kapasitas maksimal.

BERITA TERKAIT

Selain Asean, BEI Bakal Roadshow Ke Eropa

Dalam rangka meningkatkan likuiditas di pasar modal dan juga mengenjot pertumbuhan investor asing, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menggelar…

IMF: Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Naik 1% - PERANG DAGANG AS-CHINA BAKAL PANGKAS EKONOMI GLOBAL 1%

Jakarta-Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund-IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa meningkat sekitar 1% dalam jangka menengah, dari posisi saat…

BUMN Hingga Pemda Diminta Tampung Ikan Hasil Tangkapan Nelayan - Stok Melimpah, Harga Jatuh

NERACA Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan prihatin dengan harga ikan nelayan Kabupaten Jembrana, Bali, yang merosot…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Laboratorium Pengujian di Era Disrupsi Teknologi

NERACA Jakarta -  Staf Ahli Menteri Bidang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), Imam Haryono mengatakan saat ini, pemerintah Indonesia…

Terkait Kemajuan Digital - RI Dapat Topang Asia Jadi Garda Depan Transformasi Industri 4.0

NERACA Jakarta – Implementasi industri 4.0 di kawasan Asia dinilai dapat membangkitkan kontribusi sektor manufaktur dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi bagi…

Ketahanan Pangan Harus Jadi Fokus Pembenahan

NERACA Jakarta – Salah satu hal yang layak untuk diprioritaskan dalam program para calon presiden (capres) dan calon wakil presiden…