free hit counter

Penjualan Mobil Hanya Terfokus di Kota Besar

Distribusi Tak Merata

Jumat, 29/06/2012

NERACA

Jakarta - Populasi mobil di dalam negeri pada 11,5 tahun belakangan melonjak lebih dari dua kali lipat. Namun persebarannya hanya di kota besar saja, sehingga bisa dikatakan tidak seimbang. “Populasi mobil di era tahun 2000 baru mencapai 5,04 juta unit. Angka tersebut melonjak 117,7% menjadi 10,97 juta unit terhitung hingga Mei 2012,” kata Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yongkie D. Sugiarto di Jakarta, Kamis (28/6).

Yongkie menuturkan, pertumbuhan populasi sebelas tahunan itu sedikit mengecil dibandingkan dengan pertumbuhan populasi pada 11 tahun sebelumnya. Pada 1989, populasi mobil mencapai 2,29 juta unit dan melonjak 120,1% pada 2000.

“Berdasarkan asumsi Gaikindo itu, populasi hanya dihitung berdasarkan mobil yang masih aktif beroperasi baik dalam kondisi bekas maupun baru. Untuk mobil dalam kondisi baru, populasi tersebut dihitung berdasarkan angka penjualan dari pabrikan ke diler (wholesales),” paparnya.

Dengan populasi dan pertumbuhan sebesar itu, Indonesia menjadi negara di Asean yang mencatatkan pertumbuhan populasi mobil yang kurang agresif. Namun, populasi mobil di Indonesia secara volume masih relatif lebih besar dibandingkan dengan Malaysia.

“Berdasarkan data Automotive Search Marketing Architecture (ASMA), populasi mobil di Malaysia pada 2000 telah mencapai 4,15 juta unit. Angka populasi tersebut melonjak 129,88% menjadi 9,54 juta unit pada 2011,” tuturnya.

Lembaga tersebut bahkan memprediksi populasi mobil di Malaysia akan mencapai 18,8 juta unit pada 2020, melonjak 97,06% dibandingkan dengan populasi pada 2011. “Populasi mobil di Indonesia pada 2020 ditargetkan mencapai sekitar 20 juta unit, dengan pertumbuhan hanya sekitar 90% dibandingkan dengan populasi pada 2011 sebesar 10,53 juta unit,” tandasnya.

Di tempat berbeda, Ketua Umum Gaikindo Sudirman MR, mengungkapakan, penjualan 1 juta unit akan dicapai lebih cepat satu tahun, ke 2013 dari perkiraan awal 2014. Sebelumnya, sempat muncul kekhawatiran dari Agen Pemegang Merek (APM) asal Jepang yang mengalami masalah karena dampak gempa dan tsunami 11 Maret lalu. "Kalau situasi perekonomian seperti ini, pasar tahun ini tetap pada prediksi awal 780.000 - 830.000 unit. Diperkirakan angka 1 million club (satu juta unit) akan dicapai lebih awal" jelas Sudirman.

Tumbuh 10%

Diperkirakan pula, tahun ini - tanpa mempertimbangkan aspek negatif - pasar mobil nasional akan tumbuh minimal 10%. "Prediksi kami sekitar 850.000-900.000 unit. Kalau tercapai, level satu juta unit tinggal selangkah lagi," lanjut Sudirman.

Sementara itu, Johnny Darmawan, Ketua III Gaikindo menambahkan, sudah saatnya Indonesia menjadi yang terbesar di Asean. Dengan pasar satu juta, kita akan memimpin kendali,investasi pun bakal mengalir ke tanah air. Selanjutnya, ketikaditanya kapan Indonesia bisa mencapai total produksi satu juta unit, Sudirman mengatakan, waktunya cuma berselang setahun dari penjualan. Dijelaskan, tahun lalu, produksi mobil di tanah air 702.508 unit, sedangkan pasar mencapai 764.710 unit. "Memang masih ada produk CBU, namun jumlahnya kecil. Jadi kalau tahun ini pasar sekitar 800.000, produksi mobil di tanah air diperkirakan 760.000 unit. Jadi CBU hanya 40.000 unit,” jelasnya.

Sampai kini, total kapasitas maksimum perakitan pabrik mobil di Indonesia 860.000 unit. Kapasitas terpasang satu juta terlampaui jika rencana investasi besar berjalan. Tahun ini beberapa produsen sudah memastikan mendirikan pabrik baru untuk meningkatkan produksi adalah Daihatsu dengan tambahan produksi 100.000 unit per tahun. Toyota, 50.000 unit, Nissan 50.000 unit dan Suzuki 100.000 unit.