Mandiri Akan Gunakan Telepon Jadi Rekening

NERACA

Jakarta--PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berencana untuk memperluas konsep "branchless banking" atau konsep perbankan tanpa kantor melalui kerja sama dengan perusahaan operator seperti Telkomsel, Indosat serta XL Axiata.

Direktur Utama BMRI Zulkifli Zaini di Jakarta, Kamis mengatakan, rencana kerja sama tersebut bertujuan untuk membuat nomor sejumlah operator tersebut sebagai nomor rekening nasabahnya. "Kami berharap kalau BMRI bisa bekerja sama dengan Telkomsel karena sama-sama Badan Usaha Milik Negara. Selain itu kalau kami bisa bekerja sama dengan Indosat juga bagus, dan dengan XL Axiata juga lebih bagus lagi karena masyarakat yang terjangkau 'mobile banking' dalam 'branchless banking' akan lebih banyak," ujarnya

Menurut Zulkifli, kendala dalam menjalankan "branchless banking" adalah peraturan "Know Your Customer" yang masih amat ketat dan peraturan mengenai bank tanpa kantor itu sendiri yang belum dibangun oleh Bank Indonesia.

Selain itu, Zulkifli juga mengharapkan peraturan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mengizinkan nomor telepon seluler bisa menjadi nomor rekening. "Kemudian peraturan mengenai nomor telepon seluler yang tidak berubah kendati pelanggan berubah operator. Namun saat ini perusahaan operator telekomunikasi keberatan jika pelanggan berpindah operator tanpa mengubah nomor telepon selulernya," jelas dia.

Hal itu menurut Zulkifli, dibutuhkan karena nantinya nomor telepon pelanggan akan menjadi nomor rekening nasabah.

Zulkifli optimis dengan jumlah pelanggan operator telekomunikasi yang begitu besar --dalam 20 tahun sekitar 200 juta pengguna-- menjadi prospek nasabah BMRI. **ria

BERITA TERKAIT

Alibaba Akan Promosikan Kopi Hingga Kerupuk Indonesia

Lima produk unggulan Indonesia dari kopi sachet hingga kerupuk udang akan turut dipromosikan oleh Alibaba Group, pada hari belanja daring…

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

Pertumbuhan Kredit Tahun Depan akan Melambat

      NERACA   Jakarta – Kalangan industri perbankan memperkirakan bahwa pertumbuhan kredit pada 2019 akan melambat dari 13…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pembiayaan Lewat Fintech Diperkirakan Rp20 Triliun

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan jumlah penyaluran pinjaman oleh penyelenggara teknologi finansial (tekfin)…

BI Sebut Rupiah Sudah Stabil

  NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyebutkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini sudah stabil dan…

MUFG Teken Perjanjian Pinjaman Proyek Tol Trans Sumatera

  NERACA   Jakarta - Entitas perbankan utama dari Mitsubishi UFJ Financial Group, MUFG Bank, Ltd. (MUFG) pada (11/10) lalu…