IHGS Akhir Pekan Masih Terkoreksi

NERACA

Jakarta – Permbukaan perdagangan saham indeks Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dibuka menguat tidak berlangsung lama. Bahkan sejak perdagangan hingga penutupan pasar, indeks ditutup melemah 47 poin jelang pertemuan petinggi Uni Eropa. Pelaku pasar mengambil posisi aman dengan keluar sejenak dari bursa sambil menanti hasil pertemuan tersebut.

Kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono, indeks BEI ditutup menyusul aksi jual terhadap saham berbasis komoditas, “Melemahnya indeks BEI juga dipengaruhi oleh sentimen negatif dari pembukaan bursa regional Eropa yang anjlok cukup dalam,”katanya di Jakarta, Kamis (28/6).

Dia menjelaskan, bursa Eropa dibuka melemah sehubungan dengan aksi 'wait and see' investor akan hasil dari pertemuan pemimpin Uni Eropa. Selain itu, dirilisnya data pengangguran Jerman yang menunjukkan kenaikan juga menjadi katalis negatif bagi bursa regional, ditambah yield obligasi Spanyol 10 tahun naik 5 basis point (bps) menjadi 6,93% dan yield Italy naik 2 bps menjadi 6,2%.

Oleh karena itu, dia memproyeksikan indeks Jum’at akhir pekan masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran 3.820-3.900 poin. Asal tahu saja, mengakhiri perdagangan Kamis sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup anjlok 47,292 poin (1,21%) ke level 3.887,575. Sementara Indeks LQ45 jatuh 9,860 poin (1,47%) ke level 662,722.

Investor memilih keluar sejenak dari lantai bursa jelang pertemuan petinggi Uni Eropa selama dua hari. Pertemuan itu dilakukan dalam rangka mencari cara menanggulangi krisis utang setempat.

Transaksi asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 401,335 miliar di seluruh pasar. Transaksi saham melonjak akibat adanya transaksi tutup sendiri saham PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) senilai Rp 1,468 triliun oleh Primasia Securities (XL). Transaksi dilakukan tiga kali di pasar negosiasi.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 102.013 kali pada volume 18,595 juta lot saham senilai Rp 6,947 triliun. Sebanyak 65 saham naik, sisanya 203 saham turun, dan 78 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Garda Tujuh (GTBO) naik Rp 475 ke Rp 4.850, Asahimas (AMFG) naik Rp 400 ke Rp 5.800, Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 250 ke Rp 2.300, dan Bank Mega (MEGA) naik Rp 200 ke Rp 3.125.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 3.000 ke Rp 59.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.700 ke Rp 35.050, United Tractor (UNTR) turun Rp 800 ke Rp 21.100, dan Bayan (BYAN) turun Rp 550 ke Rp 11.000.

Pada perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup turun 10,577 poin (0,27%) ke level 3.924,290. Sementara Indeks LQ45 melemah 2,108 poin (0,32%) ke level 670,474. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 53.837 kali pada volume 10,093 juta lot saham senilai Rp 3,47 triliun. Sebanyak 78 saham naik, sisanya 140 saham turun, dan 82 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Nipress (NIPS) naik Rp 600 ke Rp 4.500, Garda Tujuh (GTBO) naik Rp 325 ke Rp 4.700, Indocement (INTP) naik Rp 200 ke Rp 17.500, dan Bank Mega (MEGA) naik Rp 200 ke Rp 3.125.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.250 ke Rp 35.500, United Tractor (UNTR) turun Rp 500 ke Rp 21.400, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 300 ke Rp 61.700, Bayan (BYAN) turun Rp 250 ke Rp 11.300.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 11,28 poin atau 0,29% ke posisi 3.946,15. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,88 poin (0,43%) ke level 675,46. Analis Samuel Sekuritas Christine Salim mengatakan, mengikuti sentimen saham global, mayoritas bursa Asia pagi ini turut bergerak menguat termasuk BEI.

Bursa AS ditutup menguat sekitar satu persen dan Eropa sekitar dua persen didorong sentimen positif dari data perumahan dan "durable goods order" AS yang lebih baik dari estimasi serta ekspektasi China akan menambah stimulus untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 30,61 poin (0,16%) ke level 19.207,76, indeks Nikkei-225 naik 94,53 poin (1,08%) ke level 8.825,03 dan Straits Times menguat 2,66 poin (0,12%)ke level 2.845,09.(bani)

BERITA TERKAIT

Tiga Mobil Baru BMW Bakal Dirilis Jelang Akhir Tahun

BMW Indonesia masih menyisakan tiga model terbaru yang akan dikenalkan pada akhir tahun 2018, yang membuat merek mobil mewah asal…

BEI Taksir Indeks Bisa Capai Level 6000 - Peluang IHSG di Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Geliat pertumbuhan industri pasar modal tetap terus tumbuh, meskipun dana asing keluar di pasar modal juga cukup…

BEI Taksir Indeks Bisa Capai Level 6000 - Peluang IHSG di Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Geliat pertumbuhan industri pasar modal tetap terus tumbuh, meskipun dana asing keluar di pasar modal juga cukup…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Catatkan 3.353 Investor - Kalteng Urutan 23 Jumlah Investor Terbanyak

NERACA Palangka Raya - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat hingga akhir September 2018 jumlah investor di Provinsi Kalimantan…

Puradelta Bukukan Penjualan Rp 651 Miliar

NERACA Jakarta - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mencatatkan marketing sales menjadi Rp651 miliar sepanjang Januari – September 2018. Dengan…

Sunson Textile Bukukan Laba Rp 15.05 Miliar

Sampai dengan September 2018, PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM)  mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp15,05 miliar atau membaik dibanding periode…